Cakrawala News
Portal Berita Online

Jika Nurdin Yana Sekda Garut, Tetap Rasa Baru Meski Stock Lama…

0 896

Oleh: Janur M Bagus

Seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut nampaknya sudah selesai. Tugas Tim Panitia Seleksi (Pansel) berakhir dengan sendirinya ditandai diumumkannya tiga nama terbaik dari sejumlah nama yang selama ini digadang bakal menempati posisi pejabat utama dideretan eselon II Pemerintah Kabupaten Garut tersebut.

Dari enam nama yang semula ikut serta atau diikutsertakan dalam seleksi Calon Sekda, tiga nama diantaranya memang sudah diprediksi bakal melenggang mulus dari pintu Pansel. Mereka adalah Didit Fajar Putradi, Usep Basuki Eko dan Nurdin Yana.

Ketiga nama yang berhasil menyisihkan tiga nama lainnya dibabak awal seleksi ini, memang pejabat eselon stock lama yang dimiliki Pemkab Garut dari deretan pejabat eselon yang kini sudah masuk etapeta generasi 70-an bahkan sebagian pejabat dieselon III dan IV sudah banyak dipegang generasi 80 an. Artinya regenerasi kepemimpinan di Pemkab Garut memang berjalan dinamis dan proggresif.

Kembali kepada sosok calon Sekda yang kini sudah tinggal tiga nama yang tersisa dan sepenuhnya berada di Meja Bupati dan Wakil Bupati, maka jawabannya tergantung keputusan Bupati dan Wakil Bupati yang harus menimbang rasa menyesuaikan selera…ibarat masakan harus yang benar-benar memenuhi selera rasa mereka, yakni rasa kolaborasi yang memenuhi unsur dan hasrat yang juga berkembang diinternal birokrat yang akan dinakodai Sekda, pun demikian hasrat eksternal yang juga tidak kalah pentingnya harus mampu diikuti irama dan nyanyiannya, agar wajah birokrasi tetap berseri dan memberi makna kepuasan pada semua lapisan. Setidaknya lapisan permukaan yang terbiasa mencari muka menjual retorika untuk dan atasnama rakyat dengan berbagai dalil, narasi dan dialektikanya…Pokoknya yang model begitu adalah model permem nano nano beragam rasanya.

Dari ketiga nama yang tersisa, semua kalangan mulai angkat bicara meski bicara diam diam dimajlisnya masing masing termasuk para penghuni Majlis Tak Lazim juga ikut ikutan, ikut membuat jejaring peta dengan mendekripsikan masing masing sosok diluar kriteria Pansel yang biasanya normatif berdasar pada kemampuan akademik non akademik dan terpenting mampu ngemong berbagai kepentingan dari para pemangku kepentingan.

Itulah biasanya tradisi terdahsyat yang harus menjadi acuan bagi para Sekda dimanapun dinegeri ini, karena tipikal daerah terutama di Pulau Jawa relatif sama.

Bagi sosok ketiga nama calon Sekda Garut tak perlu lagi mengupas kredibilitasnya karena ketiganya sudah paling Top dari enam nama sebelumnya. Top dalam arti kata memang mencari yang paling baik dari yang terbaik saat ini agak agak sulit apalagi ditengah sistem dan tata aturan birokrasi yang banyak terkontaminasi kepentingan pertempuran politik, dipastikan banyak celah yang sulit dimengerti atau susah dipahami kecuali dengan permakluman saja baru beres.

Intinya bagi Garut, sosok Sekda cukup dengan yang mampu memiliki karakter pemakluman yang kuat kemudian piawai menakar ritme karena dinamisasi pergerakan masyarakat di Garut amat sangat terkenal dengan Gaspoll atau tak mengenal alon alon asal kelakon tetapi harus cepat, rikat, gilig wani perceka jeung solusina (maunya semua serba instant) dan ini biasanya yang sering kali menjadi jebakan batmen dalam benang kusut atau sengkarut problematika birokrasi kita.

Nama Nurdin Yana sepertinya dinilai lebih mumpuni bukan berarti Usep Basuki Eko dan Didit Fajar Putradi tidak fighting melainkan sosok yang “andelemi” kalem, tenang namun responsif lebih akan mendominasi dalam kerangka menjadi solusi pada seabreg pekerjaan yang harus dijalani Sekda Garut terpilih nantinya.

Nurdin Yana memang bukan sosok ambisius yang kerap berpotensi menghalalkan segala cara untuk menggolkan maksud dan keinginannya, melainkan sosok yang kerapkali meredam dan memberi solusi yang sejuk dan adaptif dalam segala kepentingan yang ada. Maaf mudah mudahan bisa…dan akan bisa jika sosok yang dimaksud mampu memerankan sejatinya kepemimpinan yang solutif dan bukan kepemimpinan isolatif atau tambal sulam dan sulam lapis semata…

Semoga saja pilihan hati Bupati dan Wakil Bupati jatuh kepada Nurdin Yana maka dipastikan Sekda Garut benar-benar Stock Lama, Rasa Baru tetapi sedikit terbebas dari pola biroktasi Garut yang lama diwariskan dalam tradisi birokrasi dari Sekda satu ke Sekda lainnya di Garut…

Mengingat legenda Sekda Garut selalu bertakhta dalam periodesasi yang lama dan semakin lama bertahan berarti semakin kuat pola dan corak motif birokrasi kita terukir sehingga makin lama makin sulit diukir dan susah ditebak arahnya apalagi masuk dalam jeda tahun politik suksesi menanti biasanya birokrasi kembali diuji seberapa konsisten untuk tetap berada dibarisan tengah aman dan tidak masuk menjadi gelandang menyerang atau poros halang dibelantika kompetisi politik lima tahunan…

Semoga tidak salah menduga dan benar satu irama jika Nurdin Yana yang menjemput takdirnya menjadi Sekda Garut diakhir argo Rudy-Helmi tiga tahun terakhir periode kedua tentu saja Nurdin Yana memahami dan akan mampu mengantarkan kedua sosok petinggi Garut ini kegerbang finish periodesasi kepemimpinannya dengan gemilang, selamat sentosa dan Merdeka…!! Wallohu’alam.

***Penulis adalah Jurnalis Penggiat Kelompok Informasi Masyarakat Kabupaten Garut

Leave A Reply

Your email address will not be published.