Informasi ini tentu disambut gembira dan sedih haru, karena sesungguhnya kecelakaan ini tak diharapkan. Namun dengan berhasilnya identifikasi korban, cukup menggembirakan, karena proses perawatan jenazah bisa segera diurus, dishalatkan dan dimakamkan.

Sebelumnya, para anggota dewan di Bangka Belitung bertangisan ketika mendengar kabar bahwa pesawat yang ditumpangi HK Junaidi jatuh di Tanjung Pakis Kerawang, Jawa Barat, Senin pagi (30/10/2018). Ada enam anggota DPRD yang berada dalam satu pesawat.

Selain HK Junaidi Ketua Komisi IV, juga ada Dolar dan Mugni, anggota komisi II, Muktar Rasyid dan Mudiman, anggota komisi III, Eling Sutikno, Cessa dan M Syafei, staf sekwan DPRD Babel.

Sementara istrinya Mimin Suratmi sudah menyiapkan baju dinas yang dipesan suaminya sehari sebelum terbang terbang ke Pangkalpinang dari Jakarta.

Ternyata Mimin baru tahu kabar kalau pesawatnya delay, padahal hilang kontak. Ternyata tidak lama kemudian diberi tahu kalau pesawatnya jatuh di Karawang.

Duka pun menyelimuti keluarga Mimin. Ternyata pesan HK Junaidi, agar membawakan baju dinas itulah pesan terakhir komunikasi HK Junaidi dengan istrinya. Kini baju dinasnya pasti harus diganti, yakni kain kafan yang membungkus jenazahnya serta bendera merah putih.

Semoga Allah menerima amalnya, dan diampuni dosanya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. (sumber ucnews/fur/30/10/2018).