Cakrawala News
Portal Berita Online

Jelang Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat, FKGS Sampaikan Rekomendasi dalam Rakor

0 63

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO- Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Kesehatan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kabupaten Sehat dalam rangka persiapan Verifikasi kabupaten/kota Sehat tingkat provinsi Jawa Barat tahun 2021.

Ketua Forum Kabupaten Garut Sehat (FKGS) Hj. Nina Herlina dalam kesempatannya menyampaikan bahwa FKGS sebagai organisasi mandatori memiliki komitmen yang kuat atas terselenggaranya kondisi kabupaten Garut yang bersih, Nyaman, aman dan sehat untuk seluruh warganya.

“utuk mencapai itu semua maka harus terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati oleh FKGS selaku wakil masyarakat dengan pemerintah daerah.”Kata Hj. Nina Herlina dihadapan peserta Rakor di Fave Hotel Cimanuk Tarogong, Jumat (7/8/2020).

ads bukopin

Menurut Hj. Nina terkait persiapan Verifikasi kabupaten/kota Sehat tingkat provinsi jawa barat tahun 2021, maka pihaknya  siap mengikuti dan menindaklanjuti  menindaklanjutinya.

“Perlu kami sampaikan bahwa mulai tanggal 4 sampai tanggal 31 Agustus 2021 kami sedang melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi kepada sejumlah titik pantau/lokus yang akan menjadi lokasi penilaian dari enam tatanan yang akan diverifikasi pada tahun 2021 yang akan datang.”ungkapnya.

Hj. Nina menyebut dari calon titik pantau /lokus yang telah dilaksankan monitoring diantara nya Objek wisata Situ Bagendit 2 kecamatan Banyuresmi, Posyandu Assyfa Kelurahan Margawati Kecamatan Garut kota, LKS Pasundan istri, dan Lapad Ruhama Dinas Sosial.

“banyak sekali temuan-temuan disamping temuan positif tentunya kekurangan pun kami temuakan dan ini yang nantinya akan kami sampaikan kepada tim Pembina sebagai rekomendasi dari FKGS agar di carikan solusianya,”tuturnya.

Sebagai salah Contoh temuan pihaknya, lanjut Nina saat monitoring dan evaluasi atas tatanan Pariwisata sehat dengan titik pantau Desa wisata Berkembang Desa Sukaratu atau yang dikenal dengan bagendit 2, banyak sekali yang perlu dibenahi dari mulai informasi wisata dan kesehatan, sarana dan prasarana pariwisata, objek dan daya tarik wisata, pelayanan kesehatan, sarana penunjang, sampai dengan indikator kemasyarakatan.

“Maka dari hasil monitoring, ke Bagendit 2, kami ilustrasikan sebagai berikut, para wisatawan sudah cukup nyaman di perjalanan sampai dengan pintu gerbang, namun tidak lebih dari 10 meter dari gerbang, wisatawan akan merasakan jalan yang berbeda karena kodisinya kurang baik, kemudian  samping jalan pun tidak di temukan drainase, termasuk tidak ada lampu Penerangan Jalan Umum (PJU),”paparnya.

Hj. Nina berharap melalui Forum Rakor tersebut adanya  komitmen dan sinergitas antar semua pihak, karena berdasarkan  berkeyakinan bahwa untuk satu titik pantau/lokus tidak cukup oleh satu SKPD yang bertanggungjawab.

“disinilah koordinasi antar SKPD dan steakholder yang berkepentingan untuk lebih di tingkatkan lagi,”tukasnya.***jmb

Leave A Reply

Your email address will not be published.