Cakrawala News
Portal Berita Online

Jelang Satu Abad, PSHT Surakarta Satukan Tanah dan Air di Makam Ki Ageng Henis

0 211

 

Solo Cakrawala.Co,-Upacara penyatuan tanah dan air dari empat penjuru, mewarnai jelang satu abad perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Rangkaian kegiatan itu dilaksanakan di Komplek pemakaman Ki Ageng Henis, Leluhur Raja Mataram dan Guru Jaka Tingkir. Minggu (12/6/2022).

 

 

Upacara penyatuan tanah dan air dari empat penjuru, diawali dengan kirab yang diikuti ketua dewan ,anggota dewan,ketua cabang,pengurus cabang,ketua ranting hingga pengurus ranting Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) kota Surakarta di lima kecamatan, menuju Komplek pemakaman Ki Ageng Henis, yang berada di sisi selatan Masjid Laweyan, yang juga merupakan Masjid tertua di kota Bengawan.

 

Sesampainya di Komplek pemakaman Ki Ageng Henis, Para pengurus anak cabang Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) kota Surakarta bersama perwakilan anggota anak ranting di lima kecamatan menggelar Istighosah dan dilanjutkan dengan Ziarah ke makam Ki Ageng Henis.

 

Usai Ziarah dan tabur bunga di makam Ki Ageng Henis, dilanjutkan acara pengambilan tanah serta air di komplek makam, yang kemudian diserahkan secara simbolis kepada ketua anak cabang Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) kota Surakarta.

 

Ketua Cabang PSHT Kota Surakarta, Guntur Marsono mengatakan,menyatukan tanah dan air dari empat penjuru bertujuan mempererat tali persaudaraan serta untuk menyambut ‘Terate Emas’ 100 tahun keberadaan PSHT.

Dipilihnya lokasi upacara di Komplek pemakaman Ki Ageng Henis,”lantaran Ki Ageng Henis merupakan Leluhur Raja Mataram yang merupakan cikal bakal berdirinya kota Surakarta.”ungkapnya.

Guntur menambahkan, “PSHT tumbuh dan hidup di tengah masyarakat, besar harapan kami semoga di kepengurusan cabang Surakarta yang baru, PSHT membawa manfaat terhadap organisasi, bangsa dan negara.”pungkasnya. Minggu (12/6/2022).

 

Sementara itu Ketua bidang dua organisasi dan kepelatihan PSHT Surakarta, Dwi Setyo Indratno menambahkan, Pengambilan air dan tanah ini merupakan acara seremonial yang diadakan pengurus pusat PSHT di Madiun, dalam rangka menjaga kebhinekaan, Menyatukan tanah dan air se Indonesia nanti akan dijadikan monumen satu abad PSHT di pusat Madiun, untuk membuktikan PSHT menjaga kebhinekaan menjaga NKRI harga mati.”ungkap Dwi.

Dalam kegiatan ini, PSHT Surakarta juga Mengadakan santunan terhadap janda janda dan anak anak yatim di sekitar petilasan makam Ki Ageng Henis, ”dengan aksi tersebut  PSHT yang selama ini dikenal masyarakat  organisasi yang meresahkan, dimana anggota yang terlibat perkelahian, maka dengan aksi sosial tersebut kita membuktikan bahwa sebenarnya ajaran PSHT ajaran yang berbudi luhur.”katanya.

“Jadi dengan pemberian santunan ini kita sampaikan pesan moral ke masyarakat bahwa PSHT organisasi yang peduli kepada lingkungan dan masyarakat.”pungkasnya.(AgB).

Leave A Reply

Your email address will not be published.