Cakrawala News
Portal Berita Online

Jelang Ramadhan,Warga Kartasura dan Ahli Waris Menggelar Tradisi Sadranan

0 248

 

Sukoharjo Cakrawala.Co,-Ratusan warga masyarakat bersama ahli waris mengikuti upacara sadranan di kompleks Keraton Kartasura, Sukoharjo,Minggu(04/4/2021).Upacara sadranan ini digelar menjelang bulan Ramadhan, dimana untuk mendoakan dan menabur bunga di makam leluhur.

 

 

 

Mereka mengikuti upacara nyadran dengan membaca doa, zikir ,tahlil,dengan dibimbing seorang pemuka agama. Iringan musik hadrah juga menambah semarak acara.

Tradisi sadranan juga diiringi kirab para pemuda dan pemudi dengan membawa puluhan tenong yang berisi makanan untuk dimakan bersama,ambengan berisi buah serta nasi gunungan aneka lauk kue dan sayuran,dari pintu masuk petilasan Keraton Kartasura menuju kompleks makam yang berada di dalam petilasan Keraton Kartasura.

 

Setelah doa, zikir ,tahlil selesai sebagian besar peserta sadranan langsung ziarah ke makam leluhurnya masing-masing untuk bersih-bersih makam dan tabur bunga.

Ada juga yang langsung menikmati makanan yang dibawa secara bersama sama.

 

Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta, GKR Wandansari Koes Moertiyah alias Gusti Moeng.yang hadir dalam tradisi sadranan di kompleks Keraton Kartasura,Sukoharjo.menjelaskan

“jika kita lihat dari sejarah sejak tahun 1945 sudah mulai sadranan.dan di sini sudah dipakai makam,dan saat itu sadranan dilakukan sederhana dan yang menyelenggarakan keluarga yang kerabat dan leluhurnya dimakamkan disini. Bagi kerabat Keraton Kasunanan Surakarta, yang menjadi ikon dari makam ini adalah Bandara Raden Ayu Sedah Mirah yang merupakan ahli politik jaman Pakubuwono ke 3.Istilahnya beliau ini menjadi Pengageng parentah keputren yang membawahi putri putri keraton,dan ini sudah menjadi kewajiban Keraton Surakarta sendiri untuk melestarikan makam beliau.”ujarnya.

 

Gusti Moeng juga berterima kasih dengan acara sadranan  ini yang sudah mulai ditata kembali dan pastinya supaya masyarakat tau,dan anak turunya bisa menjaga sejarah keberadaan keraton ini,”katanya.

 

Sementara itu, Bagus Sigit Setyawan,salah satu panitia sadranan menjelaskan. Ada ratusan warga yang hadir dalam upacara ini, mereka datang tidak hanya warga Kartasura tapi juga daerah lain yang leluhurnya dimakamkan disini. Ini rutin setiap tahun dan sudah digelar puluhan tahun menjelang datangnya bulan Ramadhan.

Sadranan merupakan tradisi yang sudah berkembang jauh pada masa mataram Islam,yaitu mengirim doa untuk para leluhur. “Bersama-sama kita mendoakan leluhur yang dimakamkan disini.ini digelar menjelang bulan Ramadhan tiba atau bulan sya’ban,” ujarnya.

Bagus berharap acara sadranan di Petilasan Keraton kartasura terus dijaga kelestarianya.“Apa yang dibawa itu shodaqoh dan secara sukarela dari warga, yang tidak bawa juga ada. Berharap upacara ini bisa di langgengkan.” Pungkasnya.(AgB)

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.