Jelang Pemilu 2019, Polisi Ingatkan Warga Bahaya Hoax dan Pungli

JAYAPURA, CAKRAWALA.CO, – Menghindari penggunaan media sosial untuk ujaran kebencian pada masa kampanye jelang pemilu 2019 mendatang, Polsek Depapre menggelar sosialisasi bahaya berita hoax dan ujaran kebencian kepada warga kampung kendate, Distrik depapre, Rabu (09/01/19)

Giat di pimpin langsung oleh Kapolsek Depapre IPDA Usriyanto didampingi Bhabinkamtibmas Kampung Kendate  Brigpol Hardiyanto. Hadir juga Kadistrik Depapre Bapak Ganevo, 15 masyarakat Kampung Kendate.

“ setiap proses pelayanan kepada masyarakat dalam hal pengurusan apapun dilarang memungut biaya kecuali ada dasar hukumnya. Pungutan dalam pelayanan kepada masyarakat yang tidak ada dasar hukumnya itulah yang disebut pungutan liar atau biasa disebut pungli, “ jelas Kapolsek.

Di tambahkan Kapolsek, Apabila warga pada saat melakukan pengurusan suatu hal di suatu instansi, menemukan adanya praktek pungli, silahkan langsung melaporkan kepada Polsek Depapre, “ kami akan tindak lanjuti dan kami koordinasikan dengan Satgas Saber Pungli yang sudah terbentuk ditingkat Polres bersama instansi terkait, “ lanjut kapolsek.

Sementara itu Terkait berita bohong atau hoax, Kapolsek meminta warga untuk tidak mudah terprovokasi berita di media social.

“ saya harap, apabila masyarakat menerima sebuah berita agar sebaiknya masyarakat mengecek kebenaran setiap berita yang didapat baik dari media internet maupun isu yang berkembang dimasyarakat, apakah itu berita yang benar adanya atau hanya berupa berita bohong / hoax, atau fitnah yang tidak jelas, karena apabila ternyata itu hanya berita bohong dan kita ikut-ikutan menyebarkan, kita bisa juga dituntut secara hukum, untuk itu silahkan selalu berkoordinasi dengan kami Polsek Depapre agar tidak termakan hoax / fitnah yang menyesatkan, “Jelas Kapolsek lagi.

Kapolsek juga meminta kepada warga untuk berhati-hati dalam mengeluarkan statmen di media sosial tentang hal yang menyangkut orang atau kelompok lain, jangan sampai ada yang merasa tersinggung atau dilecehkan dengan statmen kita tersebut, karena bisa dituntut secara hukum tentang ujaran kebencian berdasarkan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang Undang nomor 11 tahun 2008 atau UU ITE, dan kasus kasus ujaran kebencian banyak yang dapat kita lihat di televisi.

“ Kita saat ini sudah memasuki tahun Politik dimana saat ini sudah memasuki masa kampanye sebagai tahapan pelaksanaan Pemilu Legislatif maupun Yudikatif yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019 nanti, untuk itu marilah kita senantiasa menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, sehingga bisa terwujud Pemilu yang aman dan damai terutama di wilayah kita ini, “ Pungkas Kapolsek Depapre. (Nug)

Facebook Comments