Cakrawala News
Portal Berita Online

Jangan Bucin ! Jaga Diri di Internet dengan Kecakapan Digital

0 153

KABUPATEN BANDUNG JABAR CAKRAWALA.CO – Literasi digital dianggap hanya menekankan pada kecakapan pengguna media digital dalam melakukan proses mediasi media digital yang dilakukan secara produktif. Seorang pengguna yang memiliki kecakapan literasi digital yang bagus tidak hanya mampu mengoperasikan alat melainkan juga mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab. Memang tidak sesederhana itu bahkan saat beraktivitas menggunakan media digital diharapkan berdampak positif bagi pengguna internet lainnya.

Citra Rosalyn Anwar, dosen Universitas Negeri Makassar yang juga pengurus Jaringan Literasi Digital Indonesia (Japelidi) mengatakan KemenKominfo beserta komunitas literasi digital membuat sebuah pedoman literasi digital tujuannya untuk masyarakat Indonesia lebih cakap digital. Ada kecakapan digital yang dasar yang harus diketahui oleh para pengguna media sosial khususnya generasi muda.

Keempat kecakapan itu yakni pahami akses pilihan dan perangkat media sosial juga aplikasi percakapan. Mampu mengenali kebohongan di dunia digital. Ketiga, jaga privasi dan yang terakhir mengenai jejak digital.

Memahami akses pilihan dan perangkat media sosial terutama untuk melakukan aktivitas sekolah maupun bekerja di rumah. Seperti Google Meet, Zoom Meeting, Ruang belajar dari Kemendikbud, juga aplikasi Ruang Guru.

“Kemudian kecakapan untuk mengenali kebohongan di dunia digital mencegah kejahatan di dunia maya. Saya menyebutnya, the power of garis tiga. Fitur yang biasanya ada di kanan atas mengatur mengenai pengamanan di akun media sosial. Misalnya di WhatsApp kita bisa mengatur foto kita hanya dapat dilihat oleh mereka yang sudah kita save kontaknya, atau di media sosial lainnya kita juga dapat siapa saja orang yang bisa melihat profil kita,” jelasnya saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021) pagi.

Jadi jangan lupakan titik tiga di media sosial. Untuk pengaturan semua ada di sana, bahkan untuk melaporkan akun yang mengganggu kita atun hanya memblok juga ada di titik tiga itu.

Kecakapan dasar ketiga Citra menyebut “Jangan Bucin!”. Maksudnya menjaga privasi diri, anak dan orang lain. Kita sangat sayang anak dan semua orang harus tahu sampai over posting.

Sekarang banyak sekali tugas dari guru melalui video, harus disadari video tersebut hanya untuk konsumsi di kelas saja atau untuk dikumpulkan kepada guru bukan untuk disebar.
“Kita harus perlu meminta izin kepada anak saat ingin membagikan video mereka. Apalagi jika video tersebut dalam keadaan mereka menangis atau mereka tidak suka belajar. Memang terkesan lucu tapi itu menimbulkan rasa malu pada diri anak. Jangan sampai di kemudian hari mereka malah protes dengan apa yang sudah kita lakukan sekarang,” jelasnya.

Terakhir adalah menjaga jejak digital, bagaimana generasi muda harus menyadari wajah digital mereka itu sama seperti penampilan fisik yang sekarang mereka rawat. Paham juga jejak digital sangat penting untuk melakukan branding di kemudian hari bekal untuk beasiswa atau sekolah. Bahkan orang dewasa pun harus menyadari jejak digital harus dirawat guna membangun bisnis di masa depan agar terlihat positif oleh rekan kerja.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara Muh. Nurfajar Muharom (Relawan TIK Indonesia), Aat Indrawati Ridwan (Konsulten SDM), Ronal Tuhatu (Psikolog), dan Tresia Wulandari sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.