Cakrawala News
Portal Berita Online
idul cakrawala

Jangan Bercanda dengan Terorisme!

236

Oleh Syaefurrahman Al-Banjary

 

Ledakan bom bunuh diri yang terjadi di tiga gereja di Surabaya Minggu pagi (13/5/2018) telah mengakibatkan 13 orang tewas dan 41 orang terluka (cnn Indonensia, 13/5/2018). Pelaku bom bunuh diri diduga satu keluarga yang baru pulang “sekolah” dari Suriah.

Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa kejahatan terorisme adalah musuh semua ummat manusia. Terorisme adalah extra ordinary crime atau kejahatan luar biasa. Karena itu penanganannya juga harus luar biasa. Kita tidak bisa menghadapinya dan menyikapinya dengan tindakan yang biasa.

Tindakan biasa yang saya maksud adalah terorisme hanya menjadi urusan polisi khususnya Densus 88 Anti Teror, atau BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme). Persoalannya hanya didekati dengan deradikalisasi. Bukan hanya itu.

Kita ingat bahwa terorisme bukan hanya masalah idiologi, politik dan hukum, tetapi juga masalah sosial dan ekonomi. Karena itu pendekatan yang menyeluruh harus dipakai. Semua lembaga harus terlibat sesuai dengan peran dan fungsinya.

Contoh: Kementerian agama menjalankan fungsinya dari sisi pemahaman agama yang benar, menertibkan pendidkan, mengajak dialog agama dengan orang-orang yang terpapar faham radikal. dan seterusnya.

Kementerian Koperasi dan UKM, sesuai dengan fungsinya bisa mengembangkan bantuan modal untuk usaha kepada para mantan napi dan orang-orang yang sudah sadar. Dengan demikian mereka ada kesibukan yang normal.

Kementerian Kelautan dan Perikanan, sisihkan anggaran buat membina orang-orang yang terpapar radikalisme untuk berjihad di lautan dengan cara mengembangkan budidaya kelautan. Demikian juga Kementerian Pertanian dan seterusnya.

Pendek kata, soal terorisme harus didekati dengan banyak cara dan semua lembaga berperan untuk mencegah dan menanggulanginya.

Di luar itu pemerintah juga harus mewujudkan keadilan sehingga tidak mengundang kecemburuan yang berujung pada munculnya aksi teror. Pemerintah harus benar-benar berpihak pada rakyat.

Saatnya BNPT dan Kepolisian menggelar diskusi merumuskan strategi menyeluruh penanggulangan terorisme secara komprehensif dengan melibatkan lintas Kementerian. Dengan demikian penanggulangan terorisme menjadi gerakan nasional.

Janganlah berfikir bahwa terorisme akan selesai dilawan dengan kekerasan atau terorisme baru, karena hal itu justeru akan menimbulkan spiral of violance atau kekerasan baru yang tak ada ujungnya.

Jangan hanya kalau ada kejadian lalu para tokoh menyerukan kutukan dan keprihatinan, menyebarkan pers rilis yang ditandatangani para tokoh, selesai. Begitu seterusnya jika ada kejadian serupa. Sementara Presiden menyerukan agar kita lawan, dan menyatakan kita tidak takut. Yang terjadi kemudian malah diledek oleh teroris, dan ditest apa benar tidak takut. Faktanya malah ada imbauan agar media sosial tidak menyebarkan foto-foto korban agar tidak membuat kita takut, karena ketakutan itu yang diinginkan para teroris.

Jadi, setelah semua mengutuk dan berbela sungkawa lalu apa?. Itu yang penting dalam perang melawan terorisme. Wallahu a’lam (fur/13/5/2018).

Comments are closed.