Jamaah Haji Sakit atau Lanjut Usia Diperbolehkan Bawa Kursi Roda

MADINAH, CAKRAWALA.CO — Jamaah haji Indonesia yang tak memiliki kemampuan fisik secara maksimal diperbolehkan membawa alat bantu seperti kursi roda atau tongkat ke Tanah Suci. Peralatan tersebut diperbolehkan dibawa demi memudahkan pelaksanaan ibadahnya di Tanah Suci. Hal tersebut diungkapkan Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Arsyad Hidayat di Madinah Rabu (17/7)

Lebih lanjut Arsyad mengemukakan, kursi roda jamaah tersebut selanjutnya akan dibawa ke masing-masing hotel tempat jamaah haji menginap di Madinah.

“Saya kira tidak ada masalah jamaah membawa alat bantu seperti “wheel chair”, tongkat ke pesawat karena tak semua jamaah dalam kondisi sehat dan ada yang berumur tua,” ujar dia.

Bahkan, dia berharap jamaah ikut menyertakan identitas seperti nama, bendera, asal kelompok terbang (kloter). Jika perlu ikut menambahkan foto. Keberadaan identitas demi memudahkan petugas haji mencari dan mengembalikannya alat bantu tersebut ke jamaah haji.

Dia mengakui pada awal kedatangan jamaah haji di Madinah, kursi roda jamaah sempat terselip, dan ditemukan pada lokasi lost and found di Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz.

Namun kini masalah tersebut sudah teratasi, karena adanya penempatan petugas di bandara.

“Alat bantu diarahkan masuk melalui gate internasional sehingga tas koper sudah selesai dan masuk truk tapi kursi roda malah belum. Makanya kami petugas PPIH bandara, menempatkan ada petugas khusus memonitor barang “wheel chair” dan tongkat,” jelas dia. (Dikutip dari portal haji.kemenag.go.id 18/7) ***Redaksi Nasional

Facebook Comments
%d bloggers like this: