Ada tiga asalan mengapa Idrus Marham mengundurkan diri. Sejauh yang dikuti dari sejumlah media antara lain Liputan6.com (24/8/2018), alasannya adalah untuk menjaga kehormatan Presiden Jokowi yang selama ini dikenal sebagai pemimpin berkomitmen tinggi dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Kedua adalah, agar tidak menjadi beban bagi Presiden dan sekaligus yang mengganggu konsentrasi presiden dalam tugas sehari-hari yang tidak ringan. Alasan ketiga adalah sebagai warga negara yang taat hukum sehingga menghormati proses hukum yang dilakukan KPK.

Selama ini Idrus Marham juga beberapa kali sudah diperiksa KPK, sebagai saksi tersangka Eni Maulani Saragih.

Kelugasan Idrus Marham mungkin terkait dengan surat KPK yang sebentar lagi akan ditetapkan sebagai tersangka karena ia sudah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dia mengundurkan diri sebagai mensos, agar cepat pula penggantinya bekerja karena banyak peristiwa sedang membutuhkan perhatian, seperti bencana di Lombok.

Kita apresiasi kelugasan Idrus Marham yang tidak berbelit-belit dalam menyikapi kasus hukum yang membelitnya sehingga membantu KPK menyelesaikan persoalan.

Kasus yang membelit Idrus adalah kasus korupsi PLTU Riau-1 dengan biaya 900 juta USD. Tersangka dalam kasus ini adalah Yohanes B Kotjo dan anggota DPR dari Golkar Eni Maualni Saragih. Beberapa waktu lalu KPK juga sudah menggeledah rumah Dirut PLN Sofyan Basyir.

Kita acungi jempol kelugasan Idrus Marham dalam kasus ini, tidak seperti saudara tuanya yang pura-pura sakit, meski akhirnya terbongkar juga. Tampaknya Idrus Marham sudah banyak belajar dengan pendahulunya. Terima kasih Idrus Marham, Anda memang orang yang tanggungjawab! (sumber UC News/fur/24/8/2018)