Cakrawala News
Portal Berita Online

Istimewa dari Milanisti Indonesia Bula “MIB” untuk Bati Kelusi

0 507

SBT, MALUKU,CAKRAWALA.CO-Selain pembagian masker sebagai bentuk kepedulian Milanisti Indinesia Bula (MIB) terhadap warga di kota bula saat kabut asap melanda Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) beberapa tahun lalu,  MIB kembali  melaksanakan kegiatan aksi sosial mengunjungi suku Bati di pegunungan di Kecamatan Kian Darat.

Aksi peduli MIB yang di kemas dalam biangkai  “MIB Goes To Gunung Bati Kelusi Yessirium Kian Darat” itu berlangsung kamis hingga jumat (29-30/10/2020).

Sekitar 9 orang anggota fans club resmi pendukung klub AC Milan itu yang punya kesempatan berkunjung ke Gunung Bati Kelusi
Kecamatan Kian Darat yang ditempuh dalam 3 jam perjalanan dari kota Bula dengan melewati dua kecamatan lain, yakni Kecanatan Teluk Waru dan Kecanatan Tutuk Tolu dengan motor. Jarak tempuhnya hanya sekitar 100 Km, dengan kondisi ruas jalan yang luas dan bagus.

MIB terus menempuh perjalanan naik ke gunung Bati Kelusi sekitar 20 menit dengan menggunakan motor dengan kondisi tanjakan panjang selepas desa administratif Watu-Watu sebagai induk dari dusun bati kelusi yang berjarak sekitar 3-4 Kilo, barulah akan tiba di pegunungan Bati Kelusi yang menjadi kawasan pemukiman Suku Bati.

Memang sudah ada jalan lapen hingga menjangkau pemukiman suku Bati, tetapi kondisinya telah tertutup semak belukar dan berlumut karena sejak dibangun tahun 2015 jarang digunakan dan belum ada angkutan umum ke wilayah pegunungan yang dipenuhi hutan tropis tersebut.

Di lokasi kegiatan sosial tersebut, MIB memberikan bantuan mesin air dan pipa sekaligus melakukan pemasangan instalasi air dari kali atau sungai yang berjarak sekitar 400 meter ke masjid dan pemukiman warga sebagai tanda berbagi kasih karena memang sangat dibutuhkan.

Kegiatan MIB Goes To Gunung Bati Kelusi Yessirium Kian Darat” itu  pimpin langsung ketua MIB Abdul Gafur Rumagia, “fur”, mereka bersilaturahmi dan memberikan semangat kepada kepala dusun bati kelusi, para pemuka masjid dan warga setempat untuk menikmati sumber air yang sudah bisa mengalir ke masjid  karena kerusakan mesin air tersebut.

”In sha allah setiap tahun Milanisti Indonesia Bula selalu mengadakan bakti dan peduli sosial. Karna ini bukan awal atau permulaan dalam bentuk kepedulian kami terhadap sesama tetapi sudah sering dilakukan. Di dusun bati kelusi ini adalah kegiatan kedua dari peduli kemanusian MIB lakukan di kota bula”, tutur Rumagia.

“ia juga menambahkan bahwa MIB bukan saja komunitas sepak bola yang hanya melulu soal sepak bola tapi juga ada interest yang lain seperti kegiatan sosial ini”, papar pencinta Gullit ini.

MIB merencanakan dalam agenda program akan membantu anak anak generasi penerus bati kelusi berupa iqrah dan buku bacaan serta meja tulis mini untuk merai masa depan mereka.

Anak anak Bati Kelusi ini mereka mengejar pendidikan SD harus menempuh jarak sekitar 4 kilometer berjalan kaki dari pegunungan ke sekolah yang berada di pesisir pantai desa administratif watu watu.

Perlu di ketahui bahwa masyarakat bati terbagi dalam komunitas kecil dan administrasi pemerintahan adatnya berbentuk dusun. Dusun Bati Kelusi merupakan suku awal terbentuknya komunitas adat Bati. letaknya paling jauh dari semua dusun komunitas adat tersebut. Mereka kini masih tetap mendiami pegunungan bati.

Mayoritas warga Suku Bati masih hidup tradisional dan bergantung pada alam yang menjadi tempat tinggal mereka, yaitu dengan cara bertani dan memanfaatkan alam sekitar untuk kelangsungan hidup serta memegang teguh adat istiadat dan keyakinan mereka.

Bukti kegiatan positif Milanisti Indonesia Bula seperti ini patut dijadikan teladan. Fans club sepak bola pun dapat menjadi wadah berbagi kebahagiaan dengan sesama yang kurang beruntung. ***lee.

Leave A Reply

Your email address will not be published.