Cakrawala News
Portal Berita Online
idul cakrawala

ISKI Sulsel, Sultra dan ASPIKOM Korwil Sulselbar Resmi Dilantik Bersama

0 438

MAKASSAR, Cakrawala.co – Untuk pertama kali, Pengurus Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Pengurus Asosiasi Pengelola Pendidikan Tinggi Komunikasi (ASPIKOM) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) dilantik bersamaan di Gedung IPTEK Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Rabu (2/12/2021).

Dalam sambutannya Dr. Alem Febri Sonni, S.Sos, M.Si selaku Ketua Panitia menyampaikan sejarah terjadi antara ISKI dan ASPIKOM berkolaborasi dalam pelantikan bersama di Makassar.

“Sejarah ini dilantik bersamaan,” ungkap Sonni yang juga merangkap sebagai Ketua II Pengurus ISKI dalam keterangan Persnya kepada Wartawan. Mantan Ketua KPID Sulsel ini melanjutkan bahwa alumni komunikasi memiliki misi persepsi pandangan yang sama, dengan melegalitas asosiasi lembaga sebagai tempat mengacu dalam konteks ilmu.

Pelantikan berlangsung hikmat meskipun dilakukan secara bergiliran. Dimulai dari Pengurus ASPIKOM Korwil Sulselbar yang diketuai oleh Dr. Muh Akbar atau Bang Ompe dilantik oleh Ketua Umum ASPIKOM, Dr. Muhammad Sulham (Universitas Gadjah Mada Yogyakarta).

Ketua ASPIKOM Sulselbar, Dr. Muh Akbar (tengah masker abu abu).

Kemudian, Pengurus ISKI Sulsel yang diketuai Dr. Syamsu Rizal atau Deng Ical dilantik secara luring dan ISKI Sulawesi Tenggara (Sultra) yang diketuai oleh Zulfiah Larisu dilantik secara daring oleh Ketua Umum ISKI, Dr. Dadang Rahmat Hidayat (Universitas Padjadjaran).

Mereka yang menjabat sebagai Pengurus ASPIKOM merangkap jabatan sebagai Pengurus ISKI adalah:

  1. Alem Febri Sonni, S.Sos, M.Si (Universitas Hasanuddin) Wakil Ketua ASPIKOM menjabat sebagai Ketua II pada Pengurus ISKI.
  2. Sekretaris ASPIKOM, A. Fauziah Astrid, S.Sos, M.Si (Universitas Islam Negeri Alauddin) menjabat sebagai Bendahara pada Pengurus ISKI.
  3. Wakil Ketua, Soraya Firdausy S.I.Kom, M.I.Kom (Universitas Fajar) menjabat sebagai Anggota Bidang Organisasi Pengurus ISKI.
  4. Anggota Departemen Penelitian, Pengabdian dan Pengembangan ASPIKOM, Dini Anggraeni S.I.Kom ., M.I.Kom (Universitas Cokrominoto) sebagai Bidang Organisasi Pengurus ISKI.
  5. Wakil Ketua Departemen Kerjasama antar Lembaga ASPIKOM, Andi Subhan Amir, S.Sos, M.Si (Universitas Hasanuddin) menjabat sebagai Anggota Bidang Penelitian.
  6. Ketua Departemen Kurikulum dan Pembelajaran ASPIKOM, Dr. Muliadi Mau, S.Sos, M.Si (Universitas Hasanuddin) menjabat sebagai Ketua Bidang Pengembangan Ilmu Pengurus ISKI.
  7. Koordinator Kurikulum Sarjana, Departemen Kurikulum dan Pembelajaran ASPIKOM, Dr. Abdul Halik, M.Si (Universitas Islam Negeri Alauddin) menjabat sebagai Bidang Pengembangan Ilmu Pengurus ISKI.
  8. Anggota Departemen Kurikulum dan Pembelajaran, Andriansyah, S.Sos.,M.I.Kom (Universitas Islam Makassar) menjabat sebagai Bidang Pengembangan Ilmu Pengurus ISKI.
  9. Anggota Departemen Kurikulum dan Pembelajaran, Muhammad Yusuf AR, S.Ag., M.I.Kom (Universitas Fajar) menjabat sebagai Bidang Pengembangan Ilmu Pengurus ISKI.
  10. Anggota Departemen Kurikulum dan Pembelajaran, Muhammad Bisyri, S.Ksi., M.I.Kom (Universitas Fajar) menjabat sebagai Bidang Humas Pengurus ISKI.
  11. Anggota Departemen Organisasi dan Keanggotaan ASPIKOM, Muh. Agung Tirtayasa G. Tanrasula, I.Kom (Universitas Cokrominoto) menjabat sebagai Anggota Bidang Humas Pengurus ISKI.
  12. Anggota Departemen Organisasi dan Keanggotaan ASPIKOM, Nosakros Arya, S.Sos, M.I.Kom (Universitas Hasanuddin) menjabat sebagai Anggota Bidang Publikasi Ilmiah Pengurus ISKI.
  13. Anggota Departemen Kurikulum Pembelajaran Abdul Jalil, S.Ksi, M.I.Kom (Universitas Fajar) menjabat sebagai Anggota Bidang Publikasi Ilmiah ISKI.

Acara kemudian dilanjutkan dengan seminar nasional bertema “Penguatan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Pendidikan Ilmu Komunikasi” dengan pembicara Ketum ISKI, Ketum ASPIKOM, Ketua ISKI Sulsel, dan Ketua ASPIKOM Korwil Sulselbar.

Berdasarkan Data Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2020 terjadi 4.650 bencana, baik berupa bencana alam maupun bencana non alam. Bencana alam tersebut menyebabkan 418 orang meninggal dunia dan hilang, 619 luka-luka dan lebih dari 6 juta orang mengalami penderitaan dan harus mengungsi.

Selain bencana alam, ada juga bencana non alam yaitu pandemi covid 19. Sejak tanggal 13 April 2020, pemerintah telah menetapkan penyebaran Covid-19 sebagai Bencana Nasional Non Alam dan telah menelan korban sebanyak 143.709 orang meninggal dunia.

Upaya penyadaran dan peningkatan kewaspadaan serta kemampuan masyarakat dalam  menghadapi bencana membutuhkan yang namanya komunikasi khususnya komunikasi mitigasi bencana. Krisis komunikasi yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan bencana komunikasi.

“Menurut riset informasi kebencanaan yang ada sangat dangkal, framing, bicara bencana media kita dangkal dalam memberikan informasi. Tidak terlalu banyak penyebab yang di beritakan,” ungkap Dr. Dadang.

“Terjadi bencana banjir, kebakaran itu  dangkal, tidak terlalu banyak disampaikan apa penyebab kebakarannya. Media juga dalam konteks kebencanaan perlu dalam konsep jurnaliame solutif,” sambungnya.

Menurut Muh Sulham, jurnalis dengan keilmuan komunikasi secara sistem, konsep dididik secara benar. “Jadi memang jurnalis mencari hal yang tidak biasa. Karena kalau biasa-biasa bukan konsepnya,” jelasnya.

Saat ini ASPIKOM mengusulkan kurikulum mitigasi bencana dalam bidang komunikasi.

Turut hadir jajaran pengurus yang dilantik, diantaranya Dr. Firdaus Muhammad, Dr. Alem Febri Sonni. Dewan Pakar ISKI, Asdar Tukan, Mario David Pn, S.Sos, MM, Zulkarnain Hamson, dan lainnya yang merupakan dosen dan profesional komunikasi lainnya. (sdk)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.