Cakrawala News
Portal Berita Online
idul cakrawala

Isi Ujaran Kebencian dari Isu PKI Sampai Penculikan Ulama

107

JAKARTA, CAKRAWAlA.CO,- Badan Reserse Kriminal Mabes Polri sampai Selasa 27 Februari 2018 telah menangkap sedikitnya 18 orang yang diduga sebagai pelaku pembuat kontent penyebar kebencian yang bermuatan SARA, penghinaan serta pencemaran nama baik.

Konten itu antara lain ditujukan kepada partai, presiden, ulama, penguasa yang sah, badan umum dan para tokoh, serta isu-isu PKI, penculikan ulama dan lain-lain. Para tersangka juga kena delik penyebaran kabar bohong. Penyebarannya dilakukan melalui antara lain media sososial facebook dan WhatsApp.

Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Irwan Anwar, seperti dikabarkan Kompas.com (21/2/2018) mengatakan, para tersangka ditangkap di sejumlah daerah. Ada yang di Bandung, Garut, Lampung, bahkan ada yang ditangkap di luar negeri.

Selasa 27 Februari 2018, Mabes Polri juga mengumumkan ditangkapnya 5 orang dari kelompok Muslim Cyber Army. Menurut polisi, anggota MCA ini ribuan di berbagai daerah, namun polisi baru menangkap tokohnya yang diduga sebagai pembuat konten palsu yang sudah meresahkan.

Seperti apa isinya? Inilah beberapa di antaranya: Seorang tersangka bernama Syahdu April ditangkap di Jakarta membuat konten yang isinya menyebut Buya Syafii Maarif tidak begitu cepat bertindak kalau ada masjid diserang, tetapi kalau ada gereja diserang begitu cepat karena ada amplopnya.

Tersangka Dedi Suwandi ditangkap di Cilegon. Dia memposting konten yang isinya seolah-olah ada suara partai tertentu yang mengatakan suara adzan dihentikan saja karena berisik.

Dua orang dari Garut dan tiga dari Bandung (Yadi Hidayat, Suhandi, Wawan Setia Permana, Wawan Kandar, Tusniadi). Mereka membuat konten yang seolah-olah ada penculikan ulama, muadzin dan guru ngaji.

Bambang Kiswotomo, dia terkait kasus penghinaan dan SARA. Dia memposting mayoritas China memang babi.

Ada juga nama Haidar Aqwa, yang memposting 15 juta PKI siap dipersenjatai untuk membantai ummat Islam.

Semua potingan ini memang sudah beredar sampai ke pemilik WA dan sekarang publik sudah paham bahwa semua postingan itu dipastikan adalah tidak benar alias hoax.

Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman tentang apa yang para tersangka lakukan. Mereka dijerat dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 11 Tahun 2018, yang ancaman hukumannya 3 tahun. (fur).

Comments are closed.