Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Irjen Menteri ATR/BPN Sunraizal : Banyak Korban Perampasan Tanah Ngadu ke Saya

0 8

BOGOR-CAKRAWALA-  Inspektur Jendral Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sunraizal sering kali mendapat laporan dari masyarakat yang menjadi korban perampasan tanah, bahkan para korban juga telah mengadukan kepadanya serta pihak-pihak terkait. Namun hingga saat ini belum ada yang bisa diselesaikan.

“Korban perampasan tanah sudah mengadu kemana saja, barangkali kepada Tuhan, belum lapor,”ungkap Sunraizal ketika jadi pembicara pada acara Saber Pungli di Bogor, Selasa (10/12/2019).

Sunraizal mengakui, keterbatasan tenaga auditor menjadi salah satu kendala dalam menyelesaikan konflik lahan. Namun dia berupaya sekuat tenaga meneliti kasus yang dilaporkan berdasarkan dokumen legal yang dimiliki Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan pelapor.

Irjen Kementerian ATR/BPN juga mencontohkan, dalam kasus lahan sertifikat hak milik (SHM) Ani Sri cahyani di Bintaro, dia sudah menemukan fakta bahwa lahan seluas 2000 meter persegi yang dikuasai Bintaro Jaya adalah betul milik Ani Sricahyani.

Namun hingga kini kata Sunraizal, pihak Bintaro Jaya berpegang kepada putusan pengadilan. Padahal secara dokumen kepemilikan. SHM milik ibu Ani sudah benar. Sedangkan letak Sertifilat Hak Guna Bangunan (SHGB) pengembang tidak termasuk tanah Sri Cahyani.

Salah Sseorang korban menyampaikan keluhannya

“Saya juga heran mengapa pengadilan bisa memutuskan tanah tersebut jadi milik pengembang. Nah keputusan pengadilan ini yang menjadi alasan pejabat BPN takut membatalkan SHGB pengembang. Karena takut digugat, jadi ini tinggal masalah keberanian,”uja Sunraizal.

Sanraizal juga mengungkapkan, banyak kasus serupa yang dialami korban perampasan tanah yang tergabung dalam Forum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI). Seperti Ibu Eliyah dilaporkan sebagai tersangka karena telah memasuki pekarangan orang lain oleh pengembang. Padahal menurut Eliyah, dia memagar tanah milik orang tuanya yang belum pernah dijual.

“Ini tanah orang tua saya sendiri, tidak pernah dijual, giriknya masih ada. Kenapa saya dipolisikan jadi terdakwa. Apa karena saya orang kecil, cuma tukang mandiin jenazah,” tanya Eliyah kepada Sunraizal pada acara tersebut yang juga dihadiri Forum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI) sebagai tamu undangan dalam rakernas Satgas Saber Pungli 2019 tersebut.

Sementara itu, sekretaris FKMTI Agus Muldya Natakusuma mengatakan, kehadiran FKMTI merupakan bentuk sinergitas yang dijalin oleh satgas saber pungli. Bahkan, FKMTI juga menceritakan dan membeberkan kasus kasus dugaan perampasan tanah yang terjadi di Indonesia.

“Kita berharap dengan cerita kami yang ada disini, bahwa kasus perampasan tanah itu harus diwaspadai jangan sampai tanah-tanah kita mengalami perampasan, kita datang kesini mari kita selesaikan permasalahan ini,” ujarnya Agus.

Sebagai tamu undangan kata Agus, FKMTI membawa 11 kasus perampasan tanah yang terjadi. Salah satu contohnya, pemilik tanah tidak pernah menjual tanahnya, tiba-tiba tanah tersebut diperebutkan oleh dua orang sehingga kasus tersebut masuk ke ranah pengadilan. Contoh lainnya, kasus dugaan perampasan tanah yang dilaporkan kepada FKMTI terkait tanah milik perorangan yang kemudian diperebutkan oleh orang lain.

“Jadi ada yang sudah punya sertifikat hak milik tapi masih diganggu, jadi kita seperti dikejar kejar hukum padahal pemilik tanah belum pernah menjual tanahnya,” katanya.

Dengan banyaknya kasus-kasus tanah tersebut, pihaknya mendorong BPN ketika mendapati adanya kejanggalan dalam hal administrasi tanah. BPN memiliki kewenangan untuk langsung membatalkan tanpa harus mengajukan kepada pengadilan.

“Jadi kita mendorong jika terjadi mal administrasi, langsung saja dibatalkan, tidak usah kepengadilan, jadi istilah FKMTI buka lacinya, laci BPN dibuka, cocokan data sama sama, kalau itu mal administrasi ya tinggal batal kan,” ujarnya.

FKMTI Juga berharap Pemerintah bisa menyelesaikan kasus perampasan tanah dalam satu tahun 1000 kasus di satu provinsi. *** (abu abizar)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: