Cakrawala News
Portal Berita Online

Inilah Wajah Hoho yang Iseng Sebut Mega Mak Lampir

2

JOGJAKARTA, CAKRAWALA.CO,- Inilah Nugroho Andhy Nuryanto (37) alias Hoho Warga Desa Kranggan, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, orang yang mengunggah gambar Ketua Umum PDIP Megawati, di akun facebook-nya, dan menyebut orang nomor satu di partai berlambang banteng itu Mak Lampir, dan anggota pasukan codot.

Belum diketemukan motif apapun terkait ujaran kebencian yang diunggah Nugroho Andy Nuryanto, di media sosial itu, kecuali iseng-iseng saja.

Karena belum ditemukannya latar belakang pergerkan politik atau organisasi tertentu pada diri Nugraha Andy Nuryanto, meski tercatat ia pernah kuliah di Universitas Gadjah Mada ( UGM) Yogyakarta, dan telah memiliki satu istri dan satu anak.

ads bukopin

Meski demikian polisi terus menalami kasus ini, terutama setelah Ketua DPC PDIP Kabupaten Kulonprogo, Sudarto, melaporkan Nugroho Andy Nuryanto atau Hoho ke Polres Kulonprogo.

Terlebih pemilik  akun Facebook bernama Nugraha Adhy Nuryanta itu juga menyebutkan PDIP sebagai partai komunis.

Hoho memang tida ditahan, ia hanya sebentar diperiksa dan kemudian dipulangkan kembali ke rumahnya, dengan status masih sebagai saksi dan pengawasan polisi.

“ Kalo soal itu, kita menyerahkan sepenuhnya kepada polisi dalam kasus ini. Yang penting pelaku penghinaan sesuai dengan koridor hukum yang ada,  dikenai hukuman yang setimpal, itu saja,” kata Sudarto, Ketua DPC PDIP Kulonprogo selaku pelapor.

 Sudarto menganggap Hoho telah melakukan ujaran kebencian, lantaran mengunggah pernyataan PDIP sebagai partai komunis serta mengolok-olok Megawati sebagai codot—anak kelelawar.

“ Unggahan Hoho juga memuat sebuah foto berisi tokoh-tokoh PDIP.  Dalam unggahan foto Selasa pukul 20.30 WIB,  ia menuliskan status berbunyi, ‘Pasukan Codot dan Kampret Mak Lampir Wis Peot,” begitu kata Sudarto.

Kasatreskrim Polres Kulonprogo Ajun Komisaris Dicky Hermansyah menyatakan, jajarannya telah memeriksa terlapor pada Rabu siang. Pemeriksaan saksi dan pelapor juga telah dilakukan pada Selasa.

“Berdasar laporan dari saudara Sudarto, kami langsung mengambil langkah untuk memanggil dan memeriksa terlapor,” katanya.

Ia mengungkapkan, saat diperiksa sebagai saksi, Hoho mengaku hanya iseng mengunggah tulisan itu. Menurut terlapor, dia benci dengan partai politik terkait.

“Terlapor masih diperiksa sebagai saksi, dan sementara memang ada unsur ujaran kebencian dalam unggahan itu,” kata Dicky.

Ia mengatakan, setelah memeriksa sejumlah saksi, jajarannya bakal melakukan gelar perkara. Terlapor bisa dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan KUHP Pasal 45 a ayat 2 dan 3. “Ancaman hukumannya penjara maksimal selama enam tahun,” katanya. (gondo/fur)

Comments are closed.