Inilah 4 Tempat Bersejarah di Sawahlunto, Yang Menjadi Warisan Dunia UNESCO

SAWAHLUNTO, SUMATERA BARAT, CAKRAWALA.CO – Baru baru ini bekas lokasi pertambangan Ombilin di Sawahlunto, Sumatera Barat, ditetapkan sebagai warisan dunia kategori budaya oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB atau UNESCO.

Berikut ini adalah empat lokasi bersejarah di Sawahlunto yang wajib diketahui dan menjadi obyek wisata paling banyak dikunjungi wisatawan dalam negeri maupun mancanegara :

  1. LUBANG MBAH SOERO

Lubang Mbah Soero merupakan sebuah terowongan panjang yang digunakan untuk proses penggalian dan pengangkutan batubara pada jaman pemerintahan Belanda. Panjang terowongan ini mencapai puluhan kilometer, namun yang digunakan untuk keperluan wisata hanyalah 186 meter saja. Di sepanjang terowongan dipasangi CCTV sehingga kamu tak perlu khawatir saat berjalan menyusuri terowongan ini. Selain untuk keperluan tambang batubara, dulu juga digunakan untuk membuang mayat-mayat penduduk pribumi yang dieksekusi mati oleh Belanda. Selain itu tempat ini dulunya juga digunakan untuk memenjarakan para tahanan politik Belanda yang dikenal dengan orang rantai.

2. MUSEUM GOEDANG RANSOEM

Di museum ini terdapat berbagai perlengkapan para buruh tambang seperti perlengkapan masak yang digunakan pada jaman dulu. Ukuran tempat masak di museum ini ada yang memiliki diamter 124 cm dengan tinggi 148 cm. Pekerja tambang pada era kolonial jumlahnya sangat banyak sehingga membutuhkan perlengkapan masak dengan skala besar untuk memenuhi kebutuhan makanan para pekerja tersebut. Pada jaman dulu satu dapur umum bisa memasak hingga 65 pikul beras setiap hari

3. MUSEUM KERETA API

Musem kereta api ini dulunya adalah stasuin kereta api yang dibangun oleh pemerintah Belanda pada tahun 1918. Lokasi museum ini berada di Jl Kampung Teleng dan beroperasi mulai pukul 08.00 s/d 17.00. Kecuali hari Senin, museum ini siap menerima kunjungan para traveler yang ingin merasakan naik kereta api jaman dulu. Salah satu daya tarik utama museum ini adalah Mak Itam, yakni sebuah lokomotif bertenaga batubara. Lokomotif berwarna hitam tersebut siap menarik gerbong-gerbong kereta yang ada di museum untuk membawah pengunjung berkeliling kota Sawahlunto. Di museum ini juga terdapat peralatan perkeretapian yang usianya sudah lebihd ari 100 tahun.

4. HOTEL OMBILIN

Inilah salah satu saksi bisu kejayaan Sawahlunto di masa lalu, Hotel Ombilin. Hotel ini pada jaman dulu sering digunakan sebagai tempat menginap tamu-tamu Belanda. Hotel ini dibangun pada tahun 1918. Setelah kemerdekaan Indonesia, bangunan ini sempat beberapa kali mengalami alih fungsi. Termasuk sebagai kantor polisi militer kotamadya Sawahlunto tahun 1970-an. Saat ini bangunan ini dikembalikan ke fungsi aslinya sebagai hotel.

(Disarikan dari www.yukpiknik.com)***Redaksi Nasional

Facebook Comments
%d bloggers like this: