Cakrawala News
Portal Berita Online

Ini yang Harus Kita Jaga Keamananny di Dunia Digital

0 104

KABUPATEN BANDUNG JABAR CAKRAWALA.CO – Dalam menjaga keamanan digital yang harus diperhatikan adalah kemampuan individu dalam mengenali, menerapkan, menganalisis dan meningkatkan kesadaran keamanan digital di kehidupan sehari-hari. Diharapkan kita semua sadar bagaimana bermedia digital atau hidup di dunia digital dengan aman. Kemampuan itu sebetulnya bertahap mulai dari mengenali sampai bisa menganalisis sebetulnya apa yang terjadi di dunia digital.

Para pengguna digital harus mengetahui apa saja yang harus diamankan, mulai dari perangkat-perangkat digital yang kita miliki, rekam jejak digital, identitas digital atau data pribadi kita hingga melindungi anak-anak dari kejahatan digital. Keamanan digital ini yang biasanya menjadi perhatian dari orang tua maupun para guru. Karena bagaimanapun juga ketika anak-anak masuk ke dalam ruang digital mereka belum memiliki pengalaman sehingga patut untuk selalu didampingi.

Ayi Purbasari, Ketua Program Studi Teknik Informatika Universitas Pasundan menjelaskan, dalam memproteksi perangkat digital pada dasarnya merupakan perlindungan yang bertujuan untuk melindungi perangkat digital dari berbagai ancaman malware. Malware atau malicious software adalah perangkat lunak yang dirancang untuk mengontrol perangkat secara diam-diam yang bisa mencuri Informasi pribadi milik kita atau uang dari pemilik perangkat. Perangkat lunak perusak telah digunakan untuk mencuri sandi dan nomor akun dari ponsel, komputer, tablet dengan cara membebankan biaya palsu pada pengguna dan bahkan melacak lokasi dan aktivitas pengguna tanpa sepengetahuan mereka.

Kemudian proteksi identitas digital dan data pribadi di platform digital. “Sebagai pengguna platform digital kita pasti menyimpan dan mengelola identitas digital dan data pribadi ke dalam platform tersebut. Ini sebetulnya ada perlindungan data pribadi agar hak warga negara dunia digital itu dijamin oleh aspek hukum. Jadi kehidupan di dunia nyata dan dunia digital itu sebenarnya sama begitu juga dengan perlindungan data pribadi maka perlu hukum yang tegas untuk mengatur ini,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (24/11/2021) siang.

Indonesia sudah memiliki RUU perlindungan data pribadi yang akan mengatur mengenai apa saja data pribadi, data pribadi yang bersifat umum dan bersifat spesifik. Dan berbagai ketentuan lainnya soal bagaimana cara menjaga data pribadi itu. Ketika negara sudah memberikan perlindungan kepada warga untuk keamanan data pribadi kini tugas dari masyarakat untuk menjaga data-data itu jangan sampai dimiliki oleh orang lain.

Termasuk kepada generasi muda harus diingatkan untuk menjaga data pribadi mereka jangan sampai disebarluaskan kepada orang lain apalagi di media sosial. dengan adanya undang-undang perlindungan data pribadi kita juga akan bisa memiliki kekuatan jika tidak ingin menyerahkan data pribadi kita kepada orang lain. Sebab di salah satu pasal menyebutkan bahwa data diri itu dapat diminta berdasarkan permintaan atau persetujuan dari pemilik data.

“Jadi kita bisa saja menolak jika ada orang yang ingin teman minta data pribadi kita namun kita tidak ingin memberikannya. Sebab privasi dan data pribadi merupakan hak dari setiap individu, hak mereka untuk memberikan atau tidak identitas diri mereka,” jelasnya.

Selain data pribadi ada juga identitas digital, biasanya ini yang kita simpan di akun media digital kita. Identitas yang terlihat seperti nama akun, foto profil pengguna deskripsi dan identitas lain yang tercantum pada akun. itu merupakan identitas identitas yang orang lain boleh tahu mengenai diri kita sehingga memudahkan untuk dikenali. Sedangkan identitas yang tidak terlihat di media digital kita seperti PIN, password, one Time password, dua faktor autehtification dan lainnya. Ini merupakan identitas digital kita yang tidak diketahui oleh orang lain dan memang menjadi rahasia pribadi. Kpita wajib untuk menjaganya jangan sampai orang lain mengetahuinya sebab ini menyangkut media digital kita.

Jika identitas yang tak terlihat ini diketahui oleh orang lain dan kejahatan digital pun akan mengintai seperti pembobolan dompet digital, penipuan di media sosial hingga pencemaran nama baik. Jadi persoalan keamanan digital menyangkut identitas pribadi ini juga tidak kalah pentingnya dengan kita menjaga keamanan digital lainnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (24/11/2021) siang, juga menghadirkan pembicara, Cartono (Ketua P3AI Unpas dan Instruktur Nasional Kurikulum Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek), Rohayati (Wakil Kepala Sekolah SMKN 13 Bandung), Sugiarti (Instruktur Virtual Cordinator Trainer Jawa Barat), dan Clarissa Darwin sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.