Cakrawala News
Portal Berita Online

Ini Motif Pelaku Pembunuhan PNS Aceh Utara

49

LHOKSEUMAWE -CAKRAWALA.CO- Teka-teki pembunuhan PNS Dinas Tenaga Kerja dan Penanaman Modal Kabupaten Aceh Utara, terungkap, setelah polisi menangkap NF (35) alias Sijal, hanya karena Utang Piutang terkait bisnis jual beli Hewan Qurban dan bibit pertanian yang digeluti antara korban dan pelaku.

Hal ini terungkap paska polisi membekuk tersangka NF pada Sabtu (11/08) dini hari sekitar pukul 04.30 WIB dirumahnya di Gampong Krueng Baro Langkahan Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara, ketika sedang tidur bersama istri dana anaknya”, Jelas Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Andrian saat konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Senin (13/8).

“Korban adalah rekan bisnis saya di bidang sapi potong dan bisnis bibit tanaman, korban mempunyai utang dengan saya Rp 55 juta,” kata NF saat diwawancarai wartawan di Mapolres Lhokseumawe, Senin (13/8) saat dihadirkan didepan wartawan.

Kasat Reskrim Iptu Riski Andrian memperlihatkan sejumlah barang bukti kasus pembunuhan PNS Aceh Utara, Senin (13/08) saat Konferensi Pers di Mapolres Lhokseumawe.(Foto/MS)
o
Menurut pengakuan tersangka, awalnya tidak ada niat untuk membunuh, namun sebelum berjumpa korban, dirinya sempat berkomunikasi lebih dahulu via ponsel terkait utang-piutang yang harus dilunasi korban kepada pelaku.

Karena tidak ada titik temu, pelaku akhirnya menjumpai korban di gudang pembibitan milik korban di Desa Alue Awe Kandang Muara Dua dengan mengajak temannya berinisial IRS (DPO).

“Setelah sampai digudang, kembali terjadi cekcok, korban akhirnya berniat pergi, tapi ketika itu korban langsung saya pukul dengan linggis yang ada digudang korban di jidatnya hingga tersungkur, teman saya selanjutnya membacik korban dengan pisau dibagian belakang leher korban hingga tewas”, Ujar NF.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Andrian menambahkan, saat itu korban sudah menyediakan uang senilai Rp 100 juta untuk membayar hutang tersebut, karena terjadi cekcok uang itu dibuang ke tong sampah dalam gudang lalu bergegas pergi.

“, Saat itu korban tidak menyadari jika pelaku mengambil linggis yang ada digudang dan mengayunkan kejidat korban, saat terjatuh itulah korban kembali dihantam dengan pisau dibagian leher yang menyebabkan korban meninggal dunia”, terang Kasat.

Pelaku juga mengambil uang Rp 100 juta yang dibuang korban dalam tong sampah dilokasi, uang tersebut akhirnya dibagi dua dengan temannya, untuk pelaku senilai Rp 55.8 juta dan untuk temannya yang saat ini di buron Rp 44.2 juta selain itu uang tersebut juga sudah dipakai untuk dibelikan emas,” ungkap Riski.

Kasat juga membenarkan, kedua kaki pelaku terpaksa dilumpuhkan karena berusaha melawan petugas saat dilakukan penangkapan”, Kita lakukan upaya terukur sesuai prosedur, karena membahayakan petugas”, tegasnya.

Polisi kini masih memburu IRS dan telah mengantongi identitasnya.Pelaku NF dijerat dengan pasal 338 Jungto pasal 365 ayat 4 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.(MS)

Comments are closed.