Cakrawala News
Portal Berita Online

Ini Kata Bawaslu Terkait Banyaknya Baliho Para Calon Pemimpin Baru di Sidoarjo

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO-Musim kampanye jelang Pilkada 2020 Sidoarjo masih lama. Kini sudah banyak bermunculan baliho, poster bahkan billboard. Mulai dari anak Kyai besar, tokoh masyarakat, pengusaha dan anggota DPR Prov Jatim memperkenalkan dirinya ke publik.

Dalam memperkenalkan dirinya melalui alat peraga luar ruangan, mereka para calon ada yang percaya diri alias PD cukup memasang foto diri dengan menampilkan visi dan misi, namun ada yang memasang foto dirinya dengan membawa foto orangtua sebagai kyai besar di Sidoarjo.

Dan seperti yang ditemukan jurnalis cakrawala.co di Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon. Baliho ukuran 2×3 meter dengan gambar Achmad Amir Aslichin sudah dipasang oleh relawan Abdul Hamid dan Dollah.

“di desa ini sudah ada dua baliho Mas Iin anak Bupati,” ujar Abdul Hamid saat ditemui mengaku jika dirinya mendapat tugas memasang baliho dari tokoh masyarakat di Desa Kedungcangkring yang mendukung Mas Iin maju dalam Pilkada 2020.

Menurut koordinator divisi pengawasan Bawaslu Kabupaten Sidoarjo, Drs. M. Rosul. Apa yang dilakukan oleh masyarakat yang mencalonkan diri sebagai calon Wakil Bupati dan Calon Bupati Sidoarjo itu sah-sah saja belum ada regulasi yang mengaturnya mereka memasang baliho/billboard di pingir jalan.

“Jadi terkait dengan banyaknya baliho atau poster yang mencalonkan diri dalam hal ini Bawaslu mengatakan, karena belum ada penetapan calon kami menganggap itu masuk ke Peraturan Bupati no. 81 tahun 2017 tentang masalah reklame dan pemasangan poster. Jadi itu menyangkut kesadaran dan ketaatan terhadap peraturan Bupati itu sendiri,” Ujar Rosul saat dikonfirmasi cakrawala.co via telp.

Ditambahkan oleh Rosul, dalam hal ini lembaga-lembaga yang terkait dalam reklame termasuk juga pelaksanannya mengerti dan memahami apakah ini bertentangan atau tidak dengan peraturan Bupati.

“Tetapi perlu kami sampaikan juga bahwa terkait etika dan estetika dalam pemasangan reklame atau poster, itu menjadi harapan kami dari Bawaslu diperhatikan karena saat ini sedang terjadi perubahan cuaca mau ke musim hujan dimana angin sangat kencang ditakutkan bisa saja terjadi mengakibatkan kepada hal-hal negative di kemudian hari,” ungkapnya.

Baliho atau poster yang jika terjatuh ke jalan hingga mengenai warga dan merugikan masyarakat yang lewat, yang pada akhirnya akan menjadi konflik dikemudian hari. Jika itu terjadi tanggungjawab kepada pemerintahan daerah atau pihak yang memasang.

Kapan para calon diperbolehkan memasang Alat Peraga Kampanye (APK) kata Rosul yakni pada 3 hari setelah ditetapkan calon baru muncul aturanya, waktunya antara maret-april tahun 2020. (Win)

%d bloggers like this: