Cakrawala News
Portal Berita Online

Ini Dia Profil Komisioner KPID Jawa Barat Terpilih

0 280

Bandung, Cakrawala.co,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat berhasil memilih tujuh komisioner baru setelah melakukan serangkaian seleksi sejak Februari 2020 yang lalu. Semuanya laki-laki. Mereka adalah orang baru dan memiliki pengalaman dan latar belakang yang beragam.

Ketua Komisi I Bedi Budiman mengungkapkan, 7 komisioner KPID periode 2020-2023 tersebut ditentukan melalui rapat pleno usai pihaknya menggelar tahapan Fit and Proper Test (Uji Kelayakan dan Kepatutan) kepada 21 calon komisioner yang berlangsung selama dua hari yaitu 28 – 29 September 2020.

Ini merupakan tahap akhir seleksi yang dilakukan sejak pendaftaran Februari 2020 sebanyak 122 peserta, lalu diseleksi administrasi menyisakan 83 orang, dan test kompetensi dan psikologi menyisakan 42 orang. Selanjutnya dilakukan wawancara sehingga menyisakan 21 orang, yang kemudian diambil tujuh terbaik.

ads bukopin

Yang menarik, komisioner terpilih semuanya laki-laki dan anggota Dewan  tidak memilih empat incumbent (petahana) yang ikut dalam seleksi. Ketujuh orang terpilih murni orang baru yang akan menjalankan tugasnya usai mereka dikukuhkan oleh Gubernur Jawa Barat.

Ketua Komisi I Bedi Budiman berharap komisioner terpilih ini bisa bekerja keras menghadapi tantangan dunia penyiaran yang kian komplek dan menghadapi regulasi baru sesuai dengan perkembangan teknologi komunikasi.

Cakrawala menelusuri jejak mereka dari berbagai sumber:

Jalu P Priambodo

Jalu Pradhono Priambodo, adalah Magister Teknik (M.T.) Studi Pembangunan lulusan ITB. Kompetensinya di bidang Riset, Kajian Media dan Informasi serta kepemiluan. Memiliki pengalaman 8 tahun sebagai konsultan, tim pendataan di KPU Jawa Barat, Perludem dan sekarang memimpin lembaga riset Instrat.

 

Achmad Abdul Basith

Achmad Abdul Basith, S.I.Kom., M.Si, adalah sarjana S2 Unpad dan dosen Jurnalistik di almamaternya. Pengalaman sebagai penyiar radio dan pemimpin redaksi radio. Namanya juga tercatat sebagai pengurus LTNU (Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama) sebagai lembaga yang bertugas mengembangkan penulisan, penerjemahan dan penerbitan kitab/buku serta media.

Adiyana Slamet

Adiyana Slamet, 39 th, adalah Dosen Komunikasi Politik, Universitas Komputer Indonesia. Saat ini sedang mengambil S3 di Unpad. Biasa menjadi pembicara dalam diskusi dan seminar mengenai topik komunikasi politik, media dan pegawasan keuangan, baik di radio maupun televisi.

Ellang Gantoni Malik

Ellang Gantoni Malik, adalah sarjana ekonomi lulusan Universitas Islam Bandung, dan S2 Marketing di Unpad. Saat ini sebagai dosen Dosen tetap Manajemen Universitas Widyatama. Dari sumber stiemuttaqien.ac.id, Ellang juga tercatat juga sebagai dosen STIE DR. EZ Muttaqien.

 

Syaefurrochman Achmad

Syaefurrochman Achmad, sarjana hukum Undip dan Magister Ilmu Kepolisian lulusan Universitas Indonesia. Nama ini lebih banyak ditulis di media sebagai Syaefurrahman Al-banjary. Pengalaman sebagai jurnalis di Anteve hampir 17 tahun sebagai eksekutif produser pemberitaan. Ia pernah sebagai Tim IJTI untuk mengawal RUU Penyiaran (2000-2002), dosen Broadcasting Universitas Mercu Buana Jakarta dan pimpinan organisasi jurnalis video, serta penulis sejumlah buku hukum dan jurnalistik televisi.

M. Sudama Dipawikarta

Sudama Dipawikarta, adalah Sarjana S2 UIN Sunan Gunung Jati. Terakhir sebagai anggota Lembaga Sensor Film. Memiliki pengalaman membuat scenario film, dan menjadi pembicara bertema budaya Sunda. Memiliki pegalaman sebagai penyiar radio. Banyak penghargaan didapat utamanya terkait dengan penulisan dan sastra Sunda serta jurnalisme.

Ini dia profil Komisioner KPID Jabar
Roni Tabroni

Roni Tabroni,  42, adalah alumni sarjana IAIN Sunan gunung Jati Bandung. S2 Ilmu Komunikasi Politik Unisba, aktif di Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah. Saat ini sebagai Dosen Komunikasi Univ Muhammadiyah Bandung. Roni juga dikenal sebagai Pengembang Kampung Belajar di Jawa Barat.

Bagi Roni, KPID ke depan harus melanjutkan tradisi dan program-program baik yang telah berjalan sebelumnya. “Kemudian kita melakukan optimalisasi selain pengawasan dan sinergi dengan lembaga siaran, juga khususnya pada peran pengawasan yang melibatkan publik secara luas, mengoptimalkan peran kampus, Ormas dan komunitas yang ada di masyarakat. KPID harus lebih maksimal lagi mengedukasi public,” katanya.

Sementara Syaefurrahman Al-Banjary mengatakan dunia penyiaran menghadapi tantangan perkembanagn teknologi komunikasi, sehingga banyak aturan main yang harus diselaraskan dengan teknologi tersebut.  Bahkan ia menyatakan perlu pengkajian ulang cetak biru penyiaran Indonesia. Tapi secara kelembagaan, KPID saat ini harus mampu menjaga moralitas bangsa melalui KPI dengan terus melakukan pengawasan isi siaran dan memperbanyak konten lokal. (cak).

Leave A Reply

Your email address will not be published.