Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Ini Dia Jenderal Muda Calon Kuat Pengganti Tito Karnavian

Oleh Syaefurrahman Al-Banjary
Direktur Eksekutif Puskompol (Pusat Studi Komunikasi Kepolisian).

Keputusan Presiden Joko Widodo memberhentikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian karena akan mendapatkan tugas baru di kabinetnya memunculkan spekulasi siapa yang akan jadi Kapolri penggantinya.

Sejumlah analisis telah beredar di media bahwa pertimbangan utama penggantian kapolri adalah regenerasi kepemimpinan, orangnya cakap, dan bukan dari angkatan yang sama dengan pendahulunya.

Jika demikian para calon penggantinya adalah jenderal bintang tiga dan bintang dua.
Sejumlah nama telah beredar, misalnya Presidium Indonesia Police Watch menyebut empat nama yakni:

Irjen Luki Hermawan, Kapolda Jawa Timur, lulusan Akpol 1987.
Irjen Gatot Eddy Pramono, Kapolda Metro Jaya, lulusan Akpol Angkatan 1988.
Irjen Agus Andriyanto, Kapolda Sumatera Utara, lulusan Akpol angkatan 1989.
Irjen Ahmad Dofiri, Kapolda Yogyakarta adalah lulusan terbaik (Adimakayasa) Akpol Angkatan 1989.

Sebelumnya juga disebut nama Komjen Idham Aziz yang kini Kabareskrim Polri. Dia adalah lulusan Akpol 1988 yang berpengalaman di bidang reserse dan mendapat penghargaan luar biasa ketika mememberantas terorisme.

Idham Aziz sebenarnya tinggal selangkah lagi menaiki tangga ke posisi Kapolri karena sudah bintang tiga. Bahkan tidak menutup kemungkinan Komjen Idham Aziz akan mudah melenggang ke posisi Wakapolri.

Jika mengacu pada pertimbangan regenerasi, maka sesungguhnya yang paling mungkin adalah lulusan Akpol angkatan 1988 dan 1989. Pertimbangan berikutnya adalah kecakapan. Selanjutnya adalah pertimbangan politis dari Presiden Joko Widodo.

Jika demikian maka peluangnya selain Idham Aziz adalah Irjen Polisi Ahmad Dhofiri yang kini Kapolda Yogyakarta hampir tiga tahun lamanya. Dhofiri adalah generasi di bawah Tito dan lulusan terbaik Akpol (Adhimakayasa).
Berikutnya adalah Irjen Gatot Eddy Pramono, Kapolda Metro Jaya dan Irjen Agus Andriyanto, Kaolda Sumut.

Jika dikalkulasi maka kemungkinan gambarannya adalah Idham Aziz kapolri, wakilnya Ahmad Dhofiri, Kabareskrim Gatot Eddy Pramono dan Kapolda Metro Jaya Agus Andiyanto.

Kemungkinan kedua adalah Ahmad Dhofiri yang akan naik jadi Kapolri dengan terlebih dahulu mendapat bintang tiga sebagai Kalemdiklat Polri atau Irwasum atau Kepala BNN, setelah itu baru jadi Kapolri.

Ahmad Dhofiri termasuk yang Kapolda yang cool dan berhasil menggerakkan komunitas untuk melakukan pemolisian (community policing), buktinya ia tetap dipertahankan di Yogyakarta, hampir tiga tahun lamanya. Ia termasuk polisi masa depan yang mampu menerapkan democratic policing.

Tentu semua ini tergantung pada kebijakan Presiden, yang akan memilihnya dengan persetujuan DPR. Bahkan sangat mungkin nama yang muncul adalah di luar nama yang selama ini di sebut, dengan mengutamakan senioritas seperti tradisi sebelum Tito Karnavian. Wallahu a’lam (fur/23/10/2019).

Facebook Comments
%d bloggers like this: