Cakrawala News
Portal Berita Online

Ini Bukti Kerukunan Antar Umat Beragama Sudah Ada Sejak Berabad Lalu di Kota Madiun

0 202

MADIUN, CAKRAWALA.CO –  Indonesia telah tumbuh dan berkembang sebagai negara yang penuh dengan keanekaragaman bahasa, agama, suku dan budaya, sesuai nilai pancasila yang Bhineka Tunggal Ika. Keberagaman ini pula yang sudah sejak lama, tidak pernah menjadi penghalang masyarakat untuk hidup berdampingan rukun dan damai.

Untuk mewujudkan sikap tenggang rasa dan toleransi terhadap keberagaman agama serta untuk meningkatkan hubungan yang harmonis di masyarakat, Pemerintah Kota Madiun menggelar kegiatan peningkatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan umat beragama TA 2021, di Gedung Diklat, Jalan Duku No. 1 Kota Madiun, Rabu 16 Juni 2021.

Kegiatan ini diikuti oleh sedikitnya 60 orang peserta yang terdiri dari tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kegiatan ini mengambil tema “Harmonisasi Peningkatan Toleransi Kerukunan Antar Umat Beragama”. Bertindak sebagai narasumber adalah Wali Kota Madiun Maidi, serta perwakilan dari Polres Madiun Kota dan Kejaksaan Negeri Kota Madiun.

ads harlah pkb

Wali Kota Madiun, Maidi mengatakan, sikap tenggang rasa dan saling menghormati antar umat beragama sudah di miliki bangsa ini sejak berabad lalu. Maidi mencontohkan, bangunan tua yang ada di Kota Madiun seperti Masjid Kuncen, Gereja Santo Cornelius dan juga Klenteng Tri Darma, sebagai wujud nyata bahwa kerukunan dapat tercipta dari keberagaman yang saling menghormati.

“Jadi bangunan-bangunan tua seperti Masjid Kuncen, kemudian Gereja Cornelius dan Klenteng itu sebagai bukti, bahwa sejak berabad-abad lalu kita sudah hidup berdampingan dengan keberagaman agama dan budaya. Artinya, sikap saling menghormati, menghargai dan toleransi itu sudah kita miliki sejak jaman dulu,” kata Wali Kota.

Melalui kegiatan ini Wali Kota menyampaikan, kerukunan antar umat beragama diatur dalam undang-undang. Artinya, negara menjamin kebebasan memeluk agama dan jaminan perlindungan dalam beribadat sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya. Maka kewajiban kita sebagai masyarakat yang majemuk adalah saling menghormati dan menghargai.

“Kerukunan umat bergama itu diatur dalam undang-undang. Artinya, semua yang sudah diatur dalam undang-undang ya harus kita jalankan, walaupun berbeda kita harus menghargai, menghormati, apalagi dalam hal beragama sudah sah mengatur hal itu. Sehingga disitulah, empat pilar dan para tokoh agama, tokoh masyarakat ini mampu memberikan pengaruh positif dalam menciptakan kerukunan,” tambah Maidi.

Tidak ditampik orang nomer satu di Kota Madiun ini, bahwa peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam menciptakan kerukunan antar umat beragama ini, akibat dari pengaruh yang kuat dari kedekatan mereka dengan masyarakat. Terutama dalam hal meredam sebuah konflik di tengah masyarakat.*(ADV/Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.