Cakrawala News
Portal Berita Online

Ini 60 Hari Gebrakan Kerja Jaksa Agung RI

 CIANJUR-CAKRAWALA.CO- Sejak dilantik sebagai Jaksa Agung RI pada tanggal 23 Oktober 2019 oleh Presiden di Istana Negara, ST Burhanudin langsung membuat gebrakan 60 hari kerja serta melakukan penangkapan terhadap buronan.

Bahkan Kajagung juga membubarkan Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan (TP4) sesuai dengan dikeluarkannya Keputusan Jaksa Agung No 345 dan Instruksi Jaksa Agung No 7 Tahun 2009 tentang pencabutan Keputusan Jaksa Agung tentang pembentukan Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan serta melakukan penguatan fungsi Kejaksaan dibidang TP4 Strategis.

“Jadi ini kembali pada tupoksinya, TP4 sudah musnah sudah tidak ada lagi, sementara untuk Satgas investasi nantinya berfungsi sebagai pendamping dan penerima laporan. Kalau ada investor yang dirugikan saat pengurusan izin bisa laporan ke kejaksaan,”kata Jaksa Agung ST Burhanudin, saat konferensi Pers usai Rapat Kerja Nasional Kejaksaan Agung RI 2019 di Hotel Yasmin, Cipanas, Kabupaten Cianjur, Selasa (3/12/2019).

“60 hari gebrakan kerja, jajaran Bidang Intelijen Kejaksaan RI telah melakukan penangkapan buron terpidana korupsi Kokos Jiang dalam Program Tangkap Buronan (Tabur 31.1), dengan penyetoran uang pengganti sebanyak Rp 477 miliar lebih,” kata Kajagung RI itu.

Jaksa Agung bersama Wakil Jaksa Agung

Berikut ini 60 hari gebrakan kerja ST Burhanudin setelah dilantik sebagai Jaksa Agung RI

15 November 2019, Penangkapan buron terpidana tipikor Kokos Jiang, Tabur 31.1 dan penyetoran uang pengganti ke Kas Negara sebesar Rp 477.359.539.000,-

18 November 2019, Crash program peningkatan kualitas dan percepatan pelayanan hukum pengacara negara serta pelatihan teknis JPN dalam penanganan kontrak dan litigasi di dalam dan luar negeri

19 November 2019, Penerbitan pedoman tuntutan tindak pidana korupsi dan tindak pidana perpajakan. -Penuntasan penyidikan dugaan tipikor dalam pemberian fasilitas pembiayaan dari PT Danareksa Sekuritas dengan perhitungan kerugian negara Rp 105.237.970.293.

-Persidangan perkara tipikor pengadaan BBM pada PT PLN dengan kerugian negara Rp 188.745.951.310

20 November 2019, Tim Tabur Intelijen Kejagung RI kembali melakukan penangkapan Atto Sakmiwata Sampetoding yang berstatus buron sejak 2014 saat akan dieksekusi. Kejaksaan juga menjerat uang pengganti sebesar Rp 24,1 miliar.

21 November 2019,Pengisian dan pelantikan pejabat eselon 1 Kejaksaan RI serta rapat konsolidasi seluruh jaksa yang dikaryakan pada instansi lain.

22 November 2019, Pembubaran TP4 serta penguatan tugas dan fungsi kejaksaan di bidang pengamanan pembangunan strategis.

28 November 2019, Penerbitan dan pelaksanaan SOP penanganan perkara tindak pidana umum

29 November 2019, Lelang barang rampasan kapal Ebony Rp 42.365.000.000 siap disetor ke kas negara

03 Desember 2019, Penerapan perja tentang manajemen karier pegawai serta pemutakhiran kamus kompetensi teknis

05 Desember 2019, Pembentukan satgas pengaman investasi dan usaha Kejaksaan RI

06 Desember 2019, Penerbitan KEPJA tentang pendelegasian kewenangan mutasi lokal untuk jabatan tertentu wilayah

10 Desember 2019, Penganugerahan predikat WBBM kepada 4 Satuan Kerja termasuk bidang pidsus dan Badiklat predikat WBK kepada 51 satuan kerja termasuk Bidang Datun Kejaksaan Agung RI

16 Desember 2019, Launching pilot project Program Lelang Jabatan dan Uji Publik KAJATI dan KAJARI

23 Desember 2019, Perampingan Birokrasi Kejaksaan RI dengan Penghapusan beberapa Jabatan struktural.***(d_hen)

 

%d bloggers like this: