Cakrawala News
Portal Berita Online

Induk Kerbau Bule Milik Keraton Surakarta Melahirkan,Setelah Nyi Apon Meninggal

0 13.341

 

Solo Cakrawala.Co,-Nyi Juminten, salah satu induk kerbau bule milik Keraton Kasunanan Surakarta keturunan Kiai Slamet. Sabtu ( 23/07/2022) siang melahirkan. Kelahiran anakan kerbau bule tersebut berselang dua hari setelah kematian induk tertua lainnya yakni Nyi Apon yang meninggal karena terjangkit PMK.

 

 

 

Kelahiran anakan kerbau bule dari salah satu induk kebo bule Keraton Surakarta keturunan Kiai Slamet Nyi Juminten,sekitar pukul 12.00 WIB.ini cukup membahagiakan bagi keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta hingga para abdi dalem yang selama ini merawat kebo bule di kandang mahesa yang berada di Alun-alun selatan Keraton.

Pasalnya, dua hari sebelumnya mereka baru saja kehilangan Nyi Apon, induk tertua dari kebo bule yang meninggal karena terjangkit PMK. Bagi kerbau bule Nyi Juminten,induk kerbau bule yang saat ini berusia 10 tahun, adalah kelima kalinya melahirkan anakan kerbau.

 

Proses persalinan Nyi Juminten berlangsung kurang lebih dua jam terhitung dari awal mulai kontraksi sekitar pukul 10.00 WIB. dimana Nyi Juminten yang berdiam diri di sudut kubangan dekat kandang, napak terdiam lemas dan sesekali mengerang, lantaran kondisinya yang sedang terpapar PMK.

 

Akhirnya Sekitar pukul 12.00 WIB,Nyi Juminten berhasil melahirkan seekor anakan kerbau berwarna putih kekuningan, warna khas kebo bule.

Srati dan para abdi dalem yang selama ini merawat juga terlihat membantu memotong tali pusar,membersihkan hingga memberi perawatan pada anakan kerbau bule tersebut.

 

Herry Sulistyo, Srati kerbau bule menjelaskan, Saat ini kondisi Nyi Juminten masih lemas, karena memang tengah sakit terpapar PMK, namun anaknya terlihat normal.

 

Sementara itu, ketua pengelola alun-alun kidul GKR Timoer Rumbai atau akrab dipanggil Gusti Rumbai ditemui lokasi mengatakan, saat ini anakan kebo bule tersebut belum diberi nama, nantinya akan ada selamatan khusus untuk pemberian nama. “Biasanya saat selapanan (usia sebulan) nanti ada bancakan (selamatan) sekaligus pemberian nama” jelas Gusti Rumbai.

 

Lebih lanjut Gusti Rumbai berharap, Nyi Juminten induk kebo bule yang saat ini dalam kondisi terkena PMK tersebut bisa segera pulih, begitu juga dengan anakan yang belum lama dilahirkan bisa tetap sehat dan tidak terkena penyakit PMK.

“Nanti biar dokter yang mengecek, dan merekomendasikan langkah yang harus dilakukan untuk perawatan anakan kebo bule ini agar tidak ikut terpapar PMK” pungkasnya.(AgB).

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.