Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Indonesia Gagal Tembus Final Usai Kalah Adu Pinalti

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Pupus sudah target mengulang kampiun di gelaran Piala AFF U-19 tahun ini. Indonesia harus menerima kekalahan dari sang tamu Malaysia di laga semifinal kamis malam tadi (12/7). Egy Maulana Vikri cs kalah dalam adu pinalti (2-3). Di waktu normal 90 menit, Garuda Nusantara ditahan imbang 1-1.

Padahal Indonesia sudah unggul 1-0 di menit ke-1 melalui tendangan dua belas pas Egy Maulana, usai di detik 40 Saddil Ramdani dilanggar bek Malaysia. Tertinggal satu gol, tak membuat Malaysia down. Justru mereka terpacu untuk bisa menyamakan. Akhirnya setelah beberapa kali peluang yang gagal, menit ke-14 berawal dari tendangan penjuru. Heading kaptennya Muhammad Syaiful merobek gawang Indonesia yang dijaga kiper M. Riyandi, 1-1.

Berhasil disamakan, giliran Indonesia yang mencoba membuat peluang. Beberapa shoot on target dari tendangan bebas Saddil Ramdani di menit ke-21, atau penetrasi Egy tendangannya menit-27 masih bisa di selamatkan kiper Malaysia M. Azri. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Babak kedua awal head coach Indonesia, Indra Sjafri memasukan Todd Rivaldo menggantikan M. Rafli. Egy Maulana yang digeser menjadi striker beberapa kali mendapat benturan keras, sehingga ia harus menepi untuk mendapat perawatan. Peluang yang didapat Egy maupun Witan pertengahan babak kedua juga masih lemah. Penghujung babak kedua Hanis Saghara masuk menggantikan Egy yang mengalami cedera. Namun skor sama kuat 1-1 akhirnya bertahan hingga waktu normal.

Pertandingan dilanjutkan langsung dengan babak adu pinalti. Lampu stadion yang sempat mati membuat laga sempat diberhentikan beberapa menit, sebelum lampu kembali menyala. Dari lima penendang Indonesia dua tendangan menjadi gol yakni M. Lutfi Kamal dan Todd Rivaldo. Sementara tiga penendang gagal menjalankan tugasnya mereka adalah Witan Sulaiman, Firza Andika dan Hanis Saghara.

Di kubu Malaysia empat penendang hanya satu yang tidak masuk ialah M. Zafuan. Tiga penendang sukses menjebol gawang M. Riyandi. Malaysia menang 2-3 (1-1) di babak adu pinalti dan berhak melaju ke fase final melawan Myanmar (12/7). Usai pertandingan, Indra Sjafri tetap berterima kasih kepada perjuangan anak asuhnya. Gol balasan Malaysia di waktu normal sebenarnya sudah menjadi bahan antisipasi timnya di sesi latihan.

“Pertama-tama saya terima kasih perjuangan para pemain di 2×45 menit. Kita sebenarnya mendapat angin segar di babak pertama dengan gol cepat dan apa yang kita wanti-wanti bola set piece dari lawan berapa kali pertandingan dapat membuat kita kedodoran,” ucapnya.

Indra menambahkan baru di babak kedua pemainnya dapat menguasai permainan. Permainan mereka lebih hidup dengan serangan-serangan dari sisi kanan maupun kiri. Juga beberapa peluang dapat tercipta.
“Sebenarnya gol dari Malaysia, gol yang sudah kami antisipasi di sesi latihan. Di babak kedua kita sebenarnya menguasai pertandingan, tetapi beberapa peluang tidak bisa menjadi gol,” imbuh Indra. (ainul budi/ rizal)

Facebook Comments
%d bloggers like this: