Cakrawala News
Portal Berita Online

Imbas Proyek Penanaman Kabel Bawah Laut, Nelayan Gresik Tuntut Ganti Rugi

0 2,054

GRESIK, CAKRAWALA.CO – Sebanyak 66 nelayan di Gresik, Jawa Timur meminta ganti rugi imbas proyek penanaman kabel milik PT Telkom Indonesia di Desa Banyuurip dan Ngimboh Kecamatan Ujungpangkah.

Menurut rencana kabel Telkom itu akan ditanam sedalam 3 meter di bawah laut sepanjang 14 kilometer mulai dari perairan Ujungpangkah hingga ke wilayah Pulau Bawean Gresik.

Dengan difasilitasi Dinas Perikanan dan Kelautan Gresik, para nelayan meminta pelaksana proyek melaksanakan kegiatan dengan hati-hati serta menimbang keselamatan nelayan saat bekerja di tengah laut dan masyarakat pesisir.

ads bukopin

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Gresik, Samaun mengatakan permintaan ganti rugi itu karena tempat budidaya kerang hijau atau rumpon milik nelayan terkena imbas penanaman kabel.

“Jadi tadi pihak pelaksana proyek siap memberikan ganti rugi ke nelayan, tapi nominalnya kami belum tahu, tadi baru disampaikan. Para nelayan meminta ganti rugi untuk 1 bambu pada rumpon sebesar Rp70 ribu. Besok ada pertemuan lagi,” katanya, Jumat (18/9/2020).

Sementara Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Gresik, Choirollah Anam berharap meski ada proyek penanaman kabel di utara Gresik, tidak ada masalah ketika ada maupun paska adanya proyek.

Dia pun meminta seluruh stakeholder baik pelaksana proyek, pemdes dan juga nelayan bisa saling berkomunikasi intens.

“Prinsip kita ya jangan sampai menghambat, terjadi hal tak diinginkan. Jadi tolong kepala desa pemangku kebijakan berembuk. Utamanya nelayan di Desa Ngimboh sama Banyuurip,” terangnya.

Perwakilan pelaksana proyek Maulana menjelaskan pihaknya siap memberikan ganti rugi kepada nelayan yang memiliki Rumpon sebagai imbas pelaksanaan penanaman kabel bawah laut.

Namun, Maulana membeberkan tidak semua nelayan mendapatkan ganti rugi, terdapat kualifikasi seperti rumpon tersebut terdaftar di Dinas Perikanan Gresik.

“Untuk berapa yang akan kami ganti rugi, masih dihitung. Akan kita cocokan data di DKP, karena rumpon juga ada ijinnya. Itu yang akan kami ganti rugi,” imbuh dia.

Soal perizinan, Maulana berkilah jika yang melakukan pengurusan dokumen adalah PT Telkom Indonesia sebagai pihak yang berwenang. Pihaknya hanya melakukan pengerjaan proyek saja.

“Kami hanya melakukan pekerjaan penanaman kabel bawah laut saja. Lain lainnya perijinan tanya Telkom aja lah,” ucapnya usai bertemu dengan nelayan Gresik yang meminta ganti rugi. (Zen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.