Cakrawala News
Portal Berita Online

Ikuti Aturan PPKM Level 4, Pendekar Sepakat Tak Menggelar Kegiatan Suroan dan Suran Agung

0 891

Madiun, Cakrawala.co – Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya, Kolonel Infanteri Waris Ari Nugroho menegaskan, kegiatan perayaan Suroan dan Suran Agung tidak akan digelar tahun ini, sebagai bentuk keprihatinan situasi pandemik Covid-19. Ini dikatakan Danrem saat menggelar rapat koordinasi (Rakor) Aman Suro, di Aula Makodim 081/DSJ, yang diikuti oleh Bupati Madiun, Wali Kota Madiun, seluruh Kapolres dan Dandim yang ada di wilayah jajaran Korem 081/DSJ, Rabu (4/8/2021).

Danrem meminta kepada seluruh perguruan pencak silat, dengan segala kesadaran dengan disertai kebesaran jiwa untuk menunda sementara kegiatan rutin tahunan ini. Menurut Danrem, sesuai Inmendagri Nomor 27/2021 bahwa di masa PPKM Level 4 Pulau Jawa dan Bali, segala bentuk kegiatan tang berpotensi menimbulkan kerumunan, seperti kegiatan seni budaya dan olah raga dilarang, dan apabila dilanggar maka akan ada sanksi pidananya.

“Semua pastinya akan sepakat dan setuju bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama di masa pandemi Covid-19. Jangan sampai niatan baik yang tanpa mempedulikan kebijakan pemerintah, justru akan jadi boomerang bagi kita yang kemudian terjadi ledakan kasus Covid-19 yang tidak terkendali,” kata Danrem.

Diungkapkan Kolonel Inf Waris, ketua umum dua perguruan pencak silat, yakni Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Murdjoko dan Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Winongo – Tunas Muda (PSHW-TM), Agus Wiyono Santoso, telah sepakat dengan menandatangani maklumat untuk tidak melakukan kegiatan apapun yang dapat menimbulkan kerumunan, serta mengimbau untuk mematuhi anjuran pemerintah.

“Telah disepakati oleh kedua Ketua Umum Perguruan Pencak Silat dengan penandatanganan maklumat, untuk tidak melaksanakan kegiatan yang berpotensi kerumunan, dan mematuhi anjuran pemerintah. Bahkan ketua wilayah, cabang dan ranting nertanggungjawab apabila di wilayah masing-masing ada kegiatan yang melanggar ketentuan, untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Waris.

Waris mengapresiasi hal yang dilakukan kedua ketua perguruan ini. Menurutnya, apa yang telah disepakati hendaknya dipedomani dan dilaksanakan dengan baik untuk menciptakan situasi yang aman, tertib dan kondusif. Dirinya juga mengimbau pelaksanaan ziarah pada malam 1 suro digantikan dengan gelaran doa bersama secara virtual dengan protokol kesehatan ketat.

“Menjaga kondusifitas wilayah adalah tugas kita bersama, termasuk pengendalian kasus Covid-19,” tandasnya.*(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.