Cakrawala News
Portal Berita Online

Ikan Mati Tercemar Limbah, Nelayan di Gresik Terancam

0 9

GRESIK, CAKRAWALA.CO – Warga di sekitar muara Kali Lamong tepatnya di Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur resah akibat banyaknya ikan yang mati, Minggu (22/12/2019). Ikan yang mati pun beraneka ragam jenis dan ukurannya.

Seketika banyak warga yang menjadi pengumpul ikan mabuk, bahkan kurang dari 1 jam, ada yang mampu mendapatkan hampir 1 perahu.

Belum diketahui penyebab kematian ikan tersebut, namun menurut Kepala Desa Sukorejo, Fatkur Rahman, diduga kematian ikan akibat pencemaran limbah.

ads bukopin

“Sejak kami menjadi Kades hingga 2 periode, kejadian ikan mabuk dan mati akibat dari ada yang membuang limbah di Kali Lamong selalu berulang, baik di musim hujan atau musim kemarau, dan dalam setahun bisa lebih dari 3 kali, setidaknya kejadian kayak begini sudah berlangsung 15 tahun,” ungkap Fatkur, Senin (23/12/2019) sebagaimana dikutip dari bidiknews.

Sementara akibat tercemarnya Kali Lamong mengancam nasib 150 nelayan Desa Sukorejo yang biasa menangkap ikan di Muara Kali Lamong. Bahkan, menurut Kades Fatkur butuh waktu hingga 3 bulan agar kondisi kembali normal.

“Kalau terkena limbah begini, ya biota air mati semua, sehingga diperlukan waktu yang cukup lama, minimal 3 bulan agar nelayan bisa kembali mencari ikan di Kali Lamong secara normal,” jelasnya.

Ditambahkan Fatkur, sebelumnya nelayan mencari ikan di lepas pantai Madura bagian utara. Namun dibutuhkan biaya bahan bakar cukup mahal dengan hasil tangkapan ikan sedikit. Karena itu, pilihan paling efektif mencari ikan di muara Kali Lamong.

Hasil penelusuran di Kali Lamong antara Desa Sukorejo hingga Desa Prambangan, di tepi sungai yang sebelah selatan terlihat pipa besar ukuran 6 inch yang mengeluarkan cairan hitam. Pipa tersebut akan terlihat dari permukaan ketika air laut surut di titik paling rendah. Belum diketahui pemilik pipa tersebut. (Zen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.