Cakrawala News
Portal Berita Online

IDI Gorontalo Sikapi Penanganan Pandemi COVID-19

0 21

GORONTALO CAKRAWALA.CO- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo sikapi langkah yang dilakukan pemerintah terkait virus corona yang membutuhkan penanganan bersifat agresif, tepat dan masif.

Ketua IDI Wilayah Gorontalo, Irianto Dunda mengatakan, penanganan tersebut dilakukan dalam rangka memutus rantai pertumbuhan, penyebaran, ataupun mencegah terjadinya paparan virus mematikan COVID-19. Dimana, katanya sampai saat ini COVID-19 teresebut telah menyebabkan meninggalnya 10 sejawat mereka dalam menjalankan tugas negara.

“IDI dan PDGI sepakat menyampaikan pernyataan sikap untuk meminta dengan tegas kepada pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota agar lebih memaksimalkan pengadaan APD bagi sejawat dan tenaga kesehatan se Provins Gorontalo sesuai rumusan kebutuhan yang valid untuk siap digunakan, karena kami tenaga medis bersama tenaga kesehatan lainnya tidak bekerja tanpa APD,” ucap Irianto memberikan keterangan pers, pada Minggu (29/3).

Katanya juga, sikap IDI dan PDGI kepada pemerintah yakni, untuk mengoptimalkan pengadaan alat deteksi dini/cepat (rapid test), screening dan diagnostik (PCR) secara luas dan merata di setiap level fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga tidak terjadi penumpukan pasien ODP, PDP dan Suspek COVID-19 melalui usulan permintaan penambahan ke Pemerintah Pusat dan jika dipandang perlu mengupayakan secara mandiri berdasarkan kemampuan sumber daya yang dimiliki menggunakan metode kualitatif kebutuhan alat serta disesuaikan dengan eskalasi dari evolusi virus corona di Gorontalo.

Meningkatkan dan memperluas pelaksanaan social distanting atau physical distanting (menjaga jarak) yang dipantau, diawasi dan dilakukan langsung oleh aparat penegak hukum.

Memutus rantai penularan dari daerah red zone (zona merah) dengan memperketat pemeriksaan di pintu masuk ke Provinsi Gorontako sesuai pedoman dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Mengadakan Rumah Sakit darurat untuk menangani pasien COVID-19, sehingga fokus dan tidak mengganggu pelayanan kepada pasien lainnya.

Membuat dan melaksanakan simulasi penanganan COVID-19 dalam kondisi darurat dan bencana di setiap fasilitas kesehatan termasuk menyediakan ambulace khusus untuk rujukan pasien.

Mengusulkan pemberian penghargaan kepada semua tenaga kesehatan yang melayani dan merawat pasien dengan status ODP, PDP dan suspek dan confirm COVID-19 berupa insentif termasuk mengasuransikannya sesuai tingkat resiko dan kompetensi layanan yang diberikan.

“Kami juga patut dilindungi diberikan senjata (dalam hal ini APD). Kami tidak ingin mati konyol. Karena yang dihadapi ini makhluk antah berantah tidak diketahui di mana. Sedangkan alat mendeteksi dini kurang bermanfaat. Kami mengharapkan suara kami disebarkan, supaya kita di Gorontalo tidak menjadi red zone, tetapi tetap zero zone,” pungkasnya.****(Fadhil)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: