Cakrawala News
Portal Berita Online

Ibu-Ibu Desa Sidodadi Trampil Membuat Mahar Pernikahan

0 80

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Bagi umat Islam, mahar merupakan salah satu syarat agar ijab kabul pernikahan dianggap sah. Kini mahar yang merupakan kerajinan tangan bisa diproduksi Ibu-Ibu yang ada di Desa Sidodadi, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Jawa Timur.

Pemerintah Desa (Pemdes) Sidodadi, berhasil mengalokasikan anggaran Dana Desa (DD) tepat dan bermanfaat bagi warganya. Kepala Desa (Kades) Sidodadi, Karnoto menyampaikan kepada cakrawala.co dengan terlaksananya program kerja yang dirancang dan di anggarkan melalui APBDes, tentu sangatlah besar manfaatnya. Ini berdampak terhadap pembangunan yang lebih baik.

“Terutama bisa mendongkrak perekonomian masyarakat desa serta meningkatkan taraf hidup dan sejahterah.     Melalui pembangunan Infrastruktur yang sudah terealisasi tahun 2019 dapat diselesaikan tepat waktu. Pembangunan fisik tersebut terdiri dari, pembangunan 40 titik PJU, Pembangunan gorong-gorong di RT 1 sepanjang 150 meter. Serta Pemberdayaan masyarakat, berupa pelatihan membuat sandal, mahar pernikahan dan batik. Yang dilakukan oleh Ibu-Ibu PKK, Kader Lansia dan Kader Balita,” Ujar Kades Desa Sidodadi. 

ads bukopin

Ditambahkan oleh Karnoto, pelatihan membuat mahar yang dilakukan Ibu-Ibu selain mendapatkan ilmu pembuatan mahar dari ahlinya yang didatangkan oleh pihak Pemdes Sidodadi. Lalu hasil karya kerjajinan tangan mahar pernikahan tersebut bisa dijual kembali via online aatau offline.

Karnoto Kades Sidodadi.

Selain itu pembangunan unggulan di tahun 2019 berupa pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) sangat dirasakan manfaatnya oleh warga. Desa Sidodadi yang dulunya jika malam peneranganya tidak secerah sekarang.

“Kucuran anggaran dari Pusat menggunakan Dana Desa tahun 2019 sebesar Rp 700 lebih, diantaranya kita peruntukan untuk pembangunan fisik berupa pemasangan PJU 40 titik. Alhamdullilah respon warga senang mereka mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan pihak Pemdes karena sebelumnya penerangan di kampung menggunakan dana sendiri, namun sekarang setelah ada menggunakan PJU otomatis dibayarkan oleh pihak Desa,” Ucap Kades.

Lebih lanjut Karnoto menuturkan tata kelola desa yang baik mencerminkan kesungguhan pemerintah membangun desa sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat. “Good Goverment, implementasi dalam rangka mensejahterakan masyarakat.” katanya.

Peran serta masyarakat terhadap pembangunan desa baik berupa tenaga dan pikiran wajib kita junjung bersama dalam kehidupan masyarakat. Dampak yang di timbulkan dengan ikut sertanya masyarakat membangun desa sangatlah baik.   (Rizal/ Win)

 

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.