Cakrawala News
Portal Berita Online

Hotel Brothers Solo Baru Disita Terkait ASABRI, Karyawan Tetap Bekerja Seperti Biasa

0 74

 

Sukoharjo Cakrawala.Co,-Meski telah disita oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) karena tersangkut skandal kasus ASABRI.Hotel Brothers di Solo Baru,Sukoharjo,Jawa Tengah.masih beroperasi normal,tidak ada PHK dan gaji karyawan tetap diberikan seperti biasa.

 

 

Manajer Hotel Brothers Solo Baru Frans Siswanto mengatakan,hotel masih beroperasi normal meski disita Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus dugaan korupsi PT Asabri. “Memang benar (disita). Tapi kita tidak tahu permasalahan seperti apa. Dari manajemen tetap mengikuti arahan dari pihak berwenang bahwa Hotel Brothers masih boleh beroperasi seperti biasa. Tidak ada masalah dengan operasional hotel,” katanya Rabu (7/4/2021).

Menurut Frans, tidak ada surat ke manajemen terkait penutupan hotel sehingga hotel masih tetap beroperasi seperti biasa.Meskipun demikian, penyitaan hotel yang dilakukan Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Agung sempat membuat khawatir karyawan hotel. “Jadi kemarin kita sudah berkumpul, karyawan sudah kita beri tahu bahwa di sini kita tidak ada urusan dengan hubungan itu. Di sini tahunya hanya operasional aja. Di luar itu kita tidak tahu,” terangnya.

Frans menambahkan,sejak pandemi Covid-19, karyawan back office hanya masuk tiga kali selama sepekan. Kemudian operasional tetap seperti biasa dengan terjadwal. “Di sini ada sekitar 70 karyawan. Kalau untuk urusan manajemen operasional tidak ada masalah. Karyawan tetap berjalan seperti biasa,”pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung menyita lagi aset tersangka korupsi PT Asabri, Benny Tjokrosaputro, yaitu Hotel Brothers Solo Baru. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, hotel itu disita sebagai barang bukti dalam tindak pidana korupsi Asabri yang menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 23 triliun. “Penyitaan satu bidang tanah dan/atau bangunan tersebut telah mendapatkan izin Ketua Pengadilan Negeri Sukoharjo dengan Surat Penetapan Nomor 82/Pen.Pid/2021/PN.Skh tanggal 1 April 2021,” kata Leonard dalam keterangannya, Senin (5/4/2021).

Penyitaan aset Benny Tjokro berupa Hotel Brothers Solo Baru itu sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 1931 seluas 3.109 meter persegi yang terletak di Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah dengan pemegang hak atas nama PT Brothers Graha Pratama.

Leonard menyebut semua aset sitaan itu akan dilakukan penaksiran di Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Hal itu dilakukan sebagai upaya penyelamatan keuangan negara akibat kasus perusahaan pelat merah itu. “Terhadap aset tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara di dalam proses selanjutnya,” tuturnya.(AgB)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.