Hindari Pengalihan Aset, Tim Cobra Polres Lumajang Pasangi Garis Polisi Rumah Mewah Milik Bos Q-Net

MADIUN, CAKRAWALA.CO-Status Hukum kasus bisnis MLM milik Muhamad Kariyadi terus berlanjut. Setelah 3 september 2019 lalu Tim Cobra Polres Lumajang berhasil mengungkap bisnis ilegal milik Muhammad Kariyadi (48), kali ini Tim yang dipimpin langsung Kasatreskrim Polres Lumajang AKP Hasran Cobra kembali mendatangi istana Bos QNet di desa Singgahan kecamatan Kebonsari – Kabupaten Madiun, selasa 10 september 2019.

Hal ini dilakukan untuk melakukan pengecekan langsung dilokasi apakah masih ada barang bukti yang dibutuhkan untuk proses penyidikan lebih lanjut atas kasus ini, serta untuk melakukan pemasangan garis polisi terhadap aset milik Muhamad Kariyadi. Yakni bangunan yang digunakan sebagai tempat presentasi.

“Jadi, kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian setempat dan didampingi perangkat desa, melakukan pemasangan garis polisi untuk mengantisipasi adanya indikasi terjadinya pengalihan aset,” kata Hasran.

Lebih lanjut Kasatreskrim Polres Lumajang AKP Hasran Cobra menjelaskan, bisnis QNet yang dilakukan Muhamad Kariyadi ini adalah kejahatan, karena menggunakan sistem piramida. Yakni menggunakan kedok menjual Cakra (sejenis kaca yang diakui dapat menyembuhkan penyakit), dan calon member harus membeli dengan harga 7 sampai 10 juta rupiah. Padahal pada intinya bisnis ini adalah permainan uang (Money Game). Seperti diketahui bisnis dengan sistem pairamida melanggar Undang – undang No. 7 tentang perdagangan.

“Mereka (para member/korban, red) tertarik bukan karena produknya tapi karena sistem nya. Yaitu Dengan iming – iming gaji 3 juta rupiah perbulan, kerjanya hanya melakukan pencatatan dan perekrutan member baru,” terangnya.

Dalam kasus ini Muhamad Kariyadi yang sekarang mendekam di Polres Lumajang, bakal dijerat pasal 105 Jo.9 Undang – undang No.7/2014 tentang perdagangan, dan pasal 378 KUHP tentang penipuan. (ayu/win)

Facebook Comments
%d bloggers like this: