Cakrawala News
Portal Berita Online

Hindari Penambahan Klaster, Wabup Garut Sosialisasi Pengendalian Covid-19 Pondok Pesantren

0 117

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO – Bermunculannya Klaster penyebaran covid 19 di Kalangan Pondok Pesantren, membuat Pemerintah Kabupaten Garut melalui Gugus Tugas Penanganan dan Pengendalian Covid 19 terus beruapaya keras melakukan langkah-langkah untuk menekan penyebaran klaster pesantren.

Salah satu kegiatan yang fokus pada klaster pesantren dilakukan sosialisasi Pengendalian Covid 19 di Pondok Pesantren yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.

Hadir memantau langsung kegiatan tersebut Wakil Bupati Gaut, Helmi Budiman sekaligus memperingatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Tahun 2020.

ads bukopin

Helmi mengatakan, peringatan HKN ini sebagai salah satu waktu yang tepat untuk mensyukuri nikmat sehat yang diberikan oleh Allah SWT.

“Nikmat sehat itu kalau di-rupiah-kan, kalau kita diminta bayar oleh Allah, tentu tidak akan terbayar, jadi kita harus bisa mensyukuri dan menjaga kesehatan, “ ujar Helmi dalam acara yang digelar di Hotel Sabda Alam, Kabupaten Garut, Kamis (12/11).

Dimasa pandemi seperti ini, lanjut Helmi, setiap pondok pesantren harus mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan yang ada, sebagai bentuk meneladani Nabi Muhammad SAW.

“Untuk itu, bagi pondok pesantren diharuskan dapat menerapkan protokol kesehatan, karena sesuai dengan tuntunan Nabi, ketika kita bertemu dengan wabah itu harus menghindar. Menghindar, jika ditafsirkan dalam kondisi wabah Covid-19 saat ini yaitu dengan protokol kesehatan. Misalnya, 3 M (Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci tangan dengan sabun) adalah cara kita menghindari wabah, “ ucapnya.

Dalam acara yang dihadiri perwakilan pondok pesantren di Kabupaten Garut ini, Waki Bupati Garut, mengungkapkan salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh Ponpes dalam rangka penerapan protokol kesehatan adalah dengan memperketat akses keluar masuk pesantren.

“Khusus bagi pondok pesantren, menghindar dari wabah ini juga bisa dengan menutup pesantrennya. Jika ada orang luar termasuk orang tua santri yang ingin menengok, ya jangan diberi izin, kecuali sudah diperiksa terlebih dahulu, sudah jelas negatif atau tidak terpapar virus maka bisa diperbolehkan untuk masuk ke wilayah pondok pesantren dengan tetap menerapkan 3 M tadi,” ungkap Helmi.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Garut, Tri Cahyo Nugroho, mengatakan digelarnya acara ini sebagai bentuk perhatian pihaknya terhadap Kesehatan masyarakat.

“Bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, kami menggelar acara ini sebagai bentuk perhatian kami dari pemerintah terhadap kesehatan masyarakat. Agar seluruh masyarakat di Kabupaten Garut, termasuk warga yang ada di Pondok Pesantren tetap sehat wal’afiat.“ pungkanya.***jmb

Leave A Reply

Your email address will not be published.