Maraknya Kasus Atur Skor, Umuh Muchtar Tuntut KLB PSSI

JAKARTA CAKRAWALA.CO , – Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengusulkan agar Kongres Tahunan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), yang rencananya digelar pada 20 Januari 2019 di Bali, diubah menjadi extraordinary congress atau Kongres Luar Biasa (KLB). “Tunggu apa lagi, PSSI saat ini sudah dalam kondisi darurat, sehingga KLB pun tak terelakkan,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Senin (24/12/2018).

Ia lalu menyebut kondisi yang menunjukkan PSSI darurat tersebut sehingga sah bila kongres diubah menjadi KLB, antara lain, pertama, praktik match fixing atau pengaturan skor pertandingan sepak bola yang akhir-akhir ini menyeruak ke permukaan. “Ironisnya, PSSI tidak bisa berbuat banyak soal match fixing ini, bahkan terkesan menutup-nutupi. Justru yang membongkar pihak-pihak luar,” jelasnya.

Kedua, kata Umuh, kepemimpinan Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi sudah tidak bisa diharapkan lagi. “Dia bukan hanya tidak ahli, melainkan tidak bisa memimpin PSSI. Indikatornya sangat jelas, yakni tidak adanya prestasi yang berhasil dia cetak. Sudah begitu, merangkap jabatan Gubernur Sumatera Utara, lagi. Jadi, nasib PSSI ibarat anak tiri,” ungkap tokoh sepak bola nasional yang sangat berpengaruh ini.

“Kalau benar dia mencintai PSSI, mestinya segera mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI. Mau tunggu apa lagi, dan apa yang dia pertahankan? Serahkan suatu urusan kepada yang tidak ahli, dan tunggulah kehancurannya,” lanjut Umuh memberi amsal.

Ditanya bagaimana kalau Edy Rahmayadi tidak mau mundur, secara tegas Umuh menyarankan kalau tidak mau mundur ya dimundurkan, dan ajang atau mekanisme untuk itu adalah KLB. “Sebab itu, tepat sekali bila Kongres PSSI nanti diubah menjadi KLB,” tegasnya.

Umuh berharap para pemilik suara di kongres nanti, yakni klub-klub sepak bola, asosiasi pemain, asosiasi pelatih dan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI di seluruh Indonesia mengikuti jejak dirinya, yakni mengusulkan Kongres PSSI di Bali diubah menjadi KLB, mulai saat ini.

“Kedaulatan PSSI ada di tangan pemilik suara. Kalau pemilik suara sudah bergerak, siapa pun tak mampu membendung. Vox populi vox Dei, suara rakyat adalah suara Tuhan,” tandas Umuh kembali memberi alasan. (***)

Facebook Comments
%d bloggers like this: