Cakrawala News
Portal Berita Online

Hasil Panen Petani Cabai di Madiun Turun 50 persen Dampak Cuaca Ekstrem

0 141

Madiun, Cakrawala.co – Iklim yang ekstrem seperti saat ini berdampak bagi pertanian, komoditas tertentu seperti hortikultura sangat rawan terhadap cuaca ekstrem.

Dicontohkan oleh Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Sumanto, tanaman cabai misalnya, pada musim penghujan mengakibatkan sebagian besar tanamam cabainya busuk, sehingga petani terancam mengalami gagal panen.

” Misalnya, cabai saat ini harganya meningkat karena tingkat keberhasilan petani semakin kecil, produktivitas menurun, sementara biaya produksi meningkat,” kata Sumanto, Selasa 2 Maret 2021.

Sumanto menyebut, tidak hanya cabai namun hampir seluruh komoditas pertanian juga ikut terdampak akibat cuaca dan hama. Di antaranya bawang merah dan buah-buahan. Di Kabupaten Madiun luas lahan cabai sekitar 50 hingga 60 hektar, tersebar di tiap kecamatan. Namun, sebagian besar cabai ditanam di Kecamatan Geger, Dolopo, Dagangan dan Kebonsari.

Sumanto menambahkan, kuncinya adalah pengamatan. Selama tiga hari sekali tanaman pangan hortikultura diamati. Jika memang ada tanda-tanda hama penyakit maka harus segera dikendalikan. Menurutnya, kalau memang musuh alami tidak ada atau sedikit dikendalikan dengan bahan kimia. Ini agar tingkat kerusakan bisa ditekan serendah mungkin.

“Produktivitas sangat menurun karena curah hujan yang tinggi dan menyebabkan sistem pengendalian hama penyakit juga terganggu. Misalnya setelah disemprot kemudian turun hujan, ya otomatis sia-sia,” jelasnya.

Sementara itu, Syahroni salah seorang petani cabai di Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan-Kabupaten Madiun mengeluhkan, dari 1600 meter persegi lahan cabai miliknya, hampir seluruhnya rusak dan membusuk. Kerusakan ini sudah berlangsung sekitar sebulan. Yakni cabai mulai membusuk, hingga akhirnya kering dan rontok.

“Sebelumnya, dari lahan 1600 meter persegi, dapat menghasilkan 150 kilogram sekali panen, sekarang tinggal separonya saja, 70 hingga 80 kilogram sekali panen,” ujarnya.*(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.