Harita Group Canangkan Gerakan Tanam Seribu Pohon

TERNATE,CAKRAWALA.CO- Peringati Hari Lingkungan Hidup se-dunia tahun 2019, Divisi Harita Nickel gelar penanaman seribu pohon di lahan pertambangan Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Tak kurang dari 120 karyawan perusahaan serta kontraktor group usaha  mengambil bagian dalam penghijauan tersebut. Selain peringati hari lingkungan hidup acara itu menjadi bukti konsistensi Divisi Harita Nickel dalam mengembalikan fungsi lingkungan seperti sedia kala sebelum adanya kegiatan pertambangan.

Ketua panitia kegiatan,Mukti Triyanto mengatakan,kegiatan penanaman pohon yang dilakukan dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni 2019 tepat pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Namun, berhubung Hari Raya Idulfitri 1440 H kegiatan penanaman seribu pohon kemudian diundur. Tema peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diadakan  adalah “Lawan Polusi Udara”.

” Seribu bibit pohon yang ditaman oleh para peserta merupakan hasil pembibitan di kebun bibit (nursery) milik Divisi Harita Nickel . Jenis bibitnya pun beragam ada akasia, cemara laut, sengon, johar, mahoni dan lain sebagainya,” ujar Mukti.

Ia mengaku, jenis tanaman itu,kata Mukti, biasa digunakan perusahan Harita Nickel Division dalam melakukan kegiatan reklamasi setelah proses penambangan di suatu wilayah telah selesai atau (Mine Out).

 

Sementara itu, Manager Mine Environment and Business Improvement , Primus Priyanto mengatakan, kegiatan yang dilakukan adalah memupuk dan membina kesadaran semua karyawan tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan demi keberlangsungan hidup dan juga bisnis yang berkesinambungan.

“Dengan semakin meningkatnya tantangan bisnis perusahaan, khususnya terkait produksi, maka perlu diimbangi dengan semangat dan kepedulian lingkungan yang makin meningkat juga. Keberlangsungan usaha perusahaan sangat bergantung pada upaya pengelolaan lingkungan yang baik,” ujar Primus.

 

Penanaman pohon merupakan langkah strategis untuk menciptakan kualitas udara yang baik di masa yang akan datang. Terlebih lagi, saat ini bisnis perusahaan di bidang penambangan dan pengolahan nikel merupakan salah satu bagian industri yang akan menyediakan bahan baku untuk produksi baterai Lithium, yang merupakan komponen kritikal dalam industri mobil listrik.

 

“Beberapa tahun ke depan, mobil listrik yang jauh lebih ramah lingkungan akan menggantikan mobil berbahan bakar bensin. Dengan semakin banyaknya produksi dan penggunaan mobil listrik, kita semua berharap, polusi udara yang bersumber sebagian besar dari emisi gas buang kendaraan berbahan bakar bensin dapat dikurangi bahkan dihilangkan,”tutup Primus.***(IVN/ID)

Facebook Comments
%d bloggers like this: