Cakrawala News
Portal Berita Online

Hari Pertama Ngobral, ISED Fokus Perubahan Perilaku dan Pemerataan Digitalisasi

0 1,726

REMBANG, CAKRAWALA.CO – Institute of Social Economic Digital (ISED) menggelar Ngobrol Digital (Ngobral), Selasa (17/11/2020) bertemakan Pemerataan Digitalisasi dan Perubahan Perilaku.

Ngobral menghadirkan Menkominfo Johnny G Plate, Sosiolog Universitas Indonesia Imam B Prasojo, Ketua Umum Gerakan Pakai Masker Sigit Pramono, Public Policy Google Indonesia Danny Ardianto dan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Pancasila yang juga Dewan Pakar ISED Sonny Y Soeharso.

Ngobral diikuti para akademisi, aktivis, dan pelaku sosial ekonomi dan digital.

ads bukopin

Direktur Eksekutif ISED Julie Trisnadewani yang bertindak sebagai host Ngobral mengatakan, ISED merupakan lembaga socio-technopreneur yang bergerak dalam pengkajian, pemberdayaan, pelatihan, diskusi, edukasi, survei, diseminasi, dan kegiatan lain yang fokus dalam bidang sosial, ekonomi, dan digital.

Acara Ngobral diselenggarakan gratis dan terbuka untuk umum, memperingati satu tahun berdirinya ISED.

Dikatakannya, Ngoblal merupakan partisipasi dan kontribusi ISED dalam mendukung kemajuan proses transformasi digital di Indonesia.

“Ngobral dilaksanakan tiga hari. Hari pertama mengambil tema Pemerataan Digitalisasi dan Perubahan Perilaku. Hari kedua tema Pemanfaatan Fintech dan E-Commerce yang Aman dan hari ketiga Melindungi Jejak Digital & Mengamankan Data Pribadi,” ucap Julie.

Ketua Gerakan Pakai Masker, Sigit Pramono saat Ngobral mengatakan cara mengatasi pandemi yang paling efektif adalah isolasi total atau total lockdown.

“Orang dipaksa untuk tinggal di
rumah. Dilarang untuk bertemu satu sama lain. Pertimbangannya
karena virus ditularkan atau pindah dari satu orang ke orang lain. Virus tidak bisa jalan-jalan sendiri. Dia perlu inang yaitu manusia atau binatang,” ucapnya.

“Untuk mencegah penyebaran Covid-19, muncul kebiasaan baru dengan memakai masker. Dengan memakai masker kita melindungi diri kita dan orang lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Pancasila yang juga Dewan Pakar ISED Sonny Y Soeharso mengatakan, pandemi memaksa seseorang merubah kebiasaan yang ada salah satunya pengen memanfaatkan teknologi.

“Perubahan perilaku di era digital
memunculkan respon yang cepat,” ucapnya.

Sosiolog UI Imam B Prasojo mengatakan, pandemi mengakibatkan
adanya perubahan perilaku sehingga mendorong masyarakat beralih menuju ekonomi digital.

“Ekonomi digital makin berkembang dan akan semakin merata di seluruh Indonesia. Perkembangannya tumbuh hingga di kota kecil, daerah dan perdesaan, dan ini masih akan berkembang dengan pesat,” ucapnya.

Public Policy Google Indonesia Danny Ardianto mengatakan
Berdasar data dari Google,Temasek dan Bain (2020), menunjukkan bahwa 70% penduduk di 6 negara ASEAN karena adanya flight to digital yaitu Indonesia, Singapura, Thailand, Philipina, Malaysia, Vietnam.

Hasil survey juga menunjukkan 93% responden akan tetap mengggunakan digital pasca pandemi. E-commerce, transportasi dan makanan, 5 tahun kedepan masih akan tumbuh di atas 20% rata-rata per tahun. Demikian juga perkembangan fintech, dari sisi digital payment meningkat 65% karena pandemi.

Menkominfo Johnny G Plate mengapresiasi acara Ngobral yang dilaksanakan ISED. Dikatakannya, pandemi menyebabkan perubahan perilaku masyarakat dan berpengaruh pada peningkatan pemanfaatan teknologi sehingga dibutuhkan sarana yang memadai untuk pemerataan digitalisasi. (Rom/Zen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.