Cakrawala News
Portal Berita Online

Hari Jadi Kota Padang Panjang ke – 231, Momentum Padang Panjang Bangkit dan Berjaya

0

PADANG PANJANG, Cakrawala.co, – Masih dalam kondisi pandemi Covid-19, yang saat ini telah mulai melandai, momentum peringatan ulang tahun Hari Jadi Kota (HJK) Padang Panjang ke-231 yang jatuh pada 1 Desember 2021 lalu, juga dilaksanakan secara sederhana. Tidak ada acara resepsi yang berlebihan, juga tidak ada hiburan lainnya, seperti yang kerap dilaksanakan di masa sebelum terjadinya pandemi.

Namun, kesederhanaan ini diharapkan tidak mengurangi makna kita memperingati ulang tahun kota, ungkap Ketua DPRD Kota Padang Panjang, Mardiansyah saat membuka rapat paripurna istimewa DPRD memperingati hari jadi kota (HJK) Padang Panjang ke-231 di gedung wakil rakyat kota, Rabu 1 Desember lalu.
<img
Dalam rapat istimewa DPRD itu juga hadir Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. Gubernur duduk di tengah, tepatnya diantara Walikota Padang Panjang, Fadly Amran dan Wawako Asrul di sebelah kanan, dan Ketua DPRD Mardiansyah yang memimpin rapat didampingi Wakil Ketua DPRD, Yulius Kaisar dan Imbral di sebelah kiri.

Tak hanya itu, terlihat hadir juga mantan pejabat teras di Kota Padang Panjang pada kesempatan itu, seperti dr.Mawardi (mantan Wakil Walikota Padang Panjang periode 2008-2013), Hamidi (mantan Ketua DPRD Padang Panjang), AKBP Cevi Noval (mantan Kapolres Padang Panjang).

Kehadiran 17 orang anggota DPRD Kota Padang Panjang yang lainnya juga lengkap. Mereka terdiri Zulfikri, Hukemri, Yandra Yane, Yudha Prasetia, Riza Aditya Nugraha, Kiki Anugrah Dia, Micko Kisrtie, Mahdelmi, Novi Hendri, Yovan, Hendra Saputra, Aditiawarman, Puji Astuti, Nasrul Efendi, Nasrullah Nukman dan Idris.

Ketua DPRD Kota Padang Panjang, Mardiansyah menyebutkan, tujuan memperingati HJK Padang Panjang ke 231 ini adalah sebagai perwujudan dari rasa syukur, memiliki dan mencintai kota ini. Kita bersyukur, Padang Panjang terus berkembang, bergerak maju dan sejajar dengan kabupaten/kota lain di Sumatera Barat.

Sementara itu, Walikota Padang Panjang, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka HJK itu juga menyampaikan, sejumlah indikator mulai menunjukkan perbaikan. Di antaranya, Indeks Reformasi Birokrasi Padang Panjang meningkat dari 50,49 pada tahun 2018 menjadi 52,82 pada tahun 2020, dan ditargetkan mencapai 54,02 di tahun 2021 ini.

Kemudian, SAKIP Kota Padang Panjang meningkat dari 58,69 dengan predikat CC di tahun 2020 menjadi 60,80 dengan predikat B dan ditargetkan mencapai 61,2 pada tahun 2021.

"Opini BPK terhadap laporan keuangan pemerintah daerah, Alhamdulillah dapat dipertahankan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama lima kali berturut-turut. Insya Allah akan tetap kita pertahankan. Hal ini menunjukkan stabilitas kinerja pengelolaan keuangan daerah yang baik dan memenuhi standar," sebutnya.

Selain itu, Indeks Kepuasan Masyarakat juga mengalami peningkatan menjadi 80,62 pada tahun 2020, tahun 2021 ditargetkan menjadi 89,07, tambahnya.

“Banyak sekali pencapaian yang sudah diraih, baik tata kelola pemerintahan, pencapaian di bidang kemasyarakatan, dan program-program kita. Alhamdulillah, berkat kerja sama Ketua dan anggota DPRD, Forkopimda, capaian vaksinasi kita menjadi yang tertinggi di Sumatera Barat,” ujar Wako Fadly.

Fadly juga menuturkan, indikator itulah yang membawa Padang Panjang dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan besar tingkat provinsi, di penghujung tahun 2021 ini. Seperti MTQ ke-39 yang dihadiri masyarakat yang tumpah ruah.

“Target kami agar Padang Panjang menjadi kota tujuan,” sebut Fadly seraya menyebutkan Padang Panjang jelang 1 Desember juga turut menjadi tuan rumah tingkat provinsi dan nasional seperti Andalas Santri’s Camp, Art Fest, Fun Airsoft Gun Day, HUT PGRI Tingkat Sumbar.

Perkembangan Kota Padang Panjang seperti yang disebut oleh Ketua DPRD Mardiansyah itu, juga disinggung kemudian oleh Gubernur Sumbar, Malyeldi di antara sambutannya yang tampil di penghujung rapat paripurna istimewa DPRD di Aula-1 Gedung DPRD Jalan H.Agussalim tersebut.

Di saat pandemi Covid-19, kata Gubernur, Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang berupaya memastikan pemerintahan berjalan dengan baik. Kolaborasi yang dibangun dalam memajukan potensi daerah yang ada, telah membawa Kota Padang Panjang meraih berbagai capaian prestasi.

Itulah yang melatar-belakangi kenapa Kota Padang Panjang dipercaya melaksanakan salah satu agenda besar Sumatera Barat, yakni Musyabaqah Tilawatil Quran (MTQ) nasional ke-39 tingkat Provinsi Sumatera Barat pada November 2021 lalu. Dan itu pelaksanaannya sangat sukses.

Kunci sukses penyelengaraan pemerintahan, kata Mahyeldi, di antaranya ciptakan program yang inovatif, dan libatkan partisipasi masyarakat, juga perantau. Jangan takut berinovasi, karena inovasi dilindungi undang undang. Dengan inovasi akan ada percepatan, akan ada langkah lebih besar ke depannya.

Berkenaan capaian kinerja pemerintahan di Padang Panjang belakangan, terungkap dari sambutan Walikota Fadly Amran sebelumnya, sejumlah indikator mulai menunjukkan perbaikan. Di antaranya, indeks reformasi birokrasi meningkat dari 50,49 pada 2018 jadi 52,82 pada 2020, dan ditarget mencapai 54,02 pada 2021 ini.

Opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK-RI atas laporan keuangan pemerintah daerah, dapat dipertahankan lima kali berturut-turut. Hal ini menunjukkan stablitas kinerja pengelolaan keuangan daerah yang baik dan memenuhi standar. Karenanya, Insya Allah, WTP ini akan tetap dipertahankan.

Berikut, indeks kepuasan masyarakat tercapai 80,62 pada 2020, tahun 2021 ini ditarget 89,07. Sedang penanganan dampak pandemi Covid-19, seperti kegiatan vaksinasi, hasil kerja sama dengan DPRD dan Forkopimda tercapai 99 % lebih, tertinggi di Sumbar. Alhamdulillah, banyak pencapaian sudah diraih, kata Fadly.

Terkait prestasi, menurut data dari Dinas Kominfo Kota Padang Panjang, pada 2021 hingga pekan pertama Desember lalu tercatat ada 25 macam prestasi/ penghargaan tingkat nasional.

Sepuluh di antaranya; Opini WTP dari BPK-RI, Pasar Rakyat berstandar SNI bersama Sleman Yogya, Kota Sehat (Wistara) ke-6 kali, IGA Award dari Kemendagri, Wako Fadly Amran penerima Anugrah Kebudayaan utk HPN 2022, Peduli HAM dari Kemenkum HAM, Green Leadership “Nirwasita Tantra 2020” dari Kemen LKH, Jasa Bakti Koperasi & UKM dari Kementerian Koperasi Kementerian Investasi BKPM RI, Choice Award Tk Nasional 2021 dari Kementrian PPPA, Kota Layak Anak (peringkat Madya) dari Kementrian PPPA-RI.

Di penghujung acara juga diserahkan penghargaan bagi sejumlah tokoh masyarakat yang dianggap memberi sumbangsih terhadap kemajuan kota. Mereka terdiri; Gefniwati bidang seni budaya & adat istiadat, Amirudin bidang keagamaan, Nella Fadma Z Hamzah bidang sosial kemasyaratakan, Yurnawati bidang lingkungan hidup, Ani Dhawan Rangkai Sati bidang kemanusiaan, Ridwansyah bidang koperasi, dunia usaha & UMKM, Nur Rahimah bidang kepemudaan & olahraga, Fitra Murni bidang pendidikan, dan dr Mawardi di bidang kesehatan.

Momentum peringatan hari ulang tahun (HUT) Kota Padang Panjang dilakukan setiap 1 Desember itu berlaku sejak 1 Desember 2004, sesuai Perda No.17/2004. Sebelumnya diperingati setiap 23 Maret, merujuk ke pembentukan Pemerintahan Kota Kcil Padang Panjang dengan UU No.8/1956 tanggal 23 Maret 1956.

Sejak 2004 itu, peringatan ulang tahun Kota Padang Panjang praktis ditarik jauh ke belakang ke 1790 M, melewati awal abad ke-20 — awal pertumbuhan peran Padang Panjang sebagai kota tujuan layanan pendidikan Islam yang berpengaruh di tanah air, dan salah satu pusat perdagangan berpengaruh di Sumatera.

Perubahan HUT Kota Padang Panjang ke 1790 M itu terkait hasil seminar mencari hari jadi kota (HJK) Padang Panjang di Gedung M. Syafei kota ini, Maret 2003. Seminar yang melibatkan sejumlah sejarawan, salah satu Dr.M.Nur, dosen sejarah Unand-Padang itu, menyepakati HUT Kota Padang Panjang ditarik ke 1790 M.

Dasarnya, hasil penelitian Christine Dobbin, antropolog asal Belanda; Padang Panjang pada 1790 sudah kota moderen. Indikatornya menurut Christine dalam bukunya; Kebangkitan Islam pada masyarakat petani yang mulai tumbuh di nusantara, antara lain penduduk kota sudah heterogen,bahkan dari Eropa, China dan India.

Berikut, jual-beli di Pasar Padang Panjang sudah mulai memakai mata uang sepanyol; pedagang yang datang, tidak saja dari nusantara, juga ada dari Eropa, China, India dan Gujarat. Mereka datang ke Padang Panjang dengan kuda dari arah pantai barat (Kota Padang sekarang).

Sebelumnya dalam seminar itu muncul beberapa usulan lain. Di antaranya, tahun 1818, pemindahan Pasar Padang Panjang dari Sungai Talang Paninjauan ke Pasa Usang Padang Panjang kini. Kedua, tahun 1837, Padang Panjang ditetapkan oleh Pemerintah Belanda jadi Ibukota Provinsi Sumatera West Kust. Pilihan akhirnya jatuh ke 1790.

Pemko Padang Panjang bersama DPRD sepakat merubah HUT Kota Padang Panjang, sejalan imbauan Gubernur Sumbar (masa) Hasan Basri Durin pada HUT kota 23 Maret 1994. Waktu itu, Gubernur Hasan, mengimbau Pemko Padang Panjang, DPRD dan tokoh masyarakatnya agar meninjau ulang hari ulang tahun kota ini.

Karena, tradisi memperingati HUT Kota Padang Panjang yang merujuk ke UU No.8/1956 tanggal 23 Maret 1956 itu dilanjutkan, dikhawatirkan generasi mendatang kota akan beranggapan; Kota Padang Panjang seakan-akan sejak 1956 kemari. Padahal kota ini sudah jauh lebih berjaya jauh sebelum 1956 tersebut.(jtr)

Leave A Reply

Your email address will not be published.