Cakrawala News
Portal Berita Online

Hari Internasional Hidup Rukun Dalam Damai di IFI LIP Yogyakarta Putar Film All Of Us

0 39

JOGJAKARTA,CAKRAWALA.CO- Dalam rangka memperingati “Hari Internasional Hidup Rukun dalam Damai ” IFI LIP Yogyakarta menyelenggarakan acara khusus pada Kamis, 19 Mei pukul 19.00 di Auditorium IFI (Jl. Sagan no.3 YK). Acara akan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama adalah pemutaran film
dokumenter “All of us”, disutradarai oleh Pierre Pirard (bahasa Inggris dengan
takarir bahasa Indonesia). Cuplikan film ini dapat ditonton melalui tautan: bit.ly/FilmAllOfUs

” Film ini dirilis saat memperingati hari internasional tersebut. Film ini menarasikan kisah orang-orang pemberani yang menemukan kembali norma-norma yang terkait dengan keluarga, pendidikan, hubungan sosial, budaya, pekerjaan, terlepas dari semua kesulitan dan tekanan yang ada. Sebagian dari film ini tentang inisiatif memberikan pendidikan tentang perdamaian untuk para muda-mudi kaum muslim dan kristen di Ambon (Maluku),” ungkap François Dabin, Direktur IFI Yogyakarta dalam keterangan pers Selasa ( 17/5/2022).

Menurut François Dabin, Direktur IFI Yogyakarta, “Acara ini merupakan kesempatan untuk mengenal dan saling bertukar mengenai berbagai inisiatif yang terpercaya dan konkrit, baik yang sudah diimplementasikan maupun yang sedang dikaji seputar pendidikan Hidup Rukun dalam Damai. IFI Yogyakarta ingin berkontribusi dalam mengenalkan dan mempromosikan inisiatif tersebut dalam rangka mewariskan dunia yang damai dan harmonis kepada generasi mendatang,” katanya.

Setelah pemutaran film usai, dilanjutkan diskusi dengan tema “Hidup Rukun dalam
Damai” dengan menghadirkan 3 pembicara yakni Elisabeth D. Inandiak seorang Penulis, penerjemah, dan abdi masyarakat, lahir di Prancis. Elisabeth D. Inandiak mulai berkeliling dunia sebagai wartawan sejak umur 19 tahun dan menulis beberapa buku sastra dan berbagai skenario film. Menetap di Yogyakarta sejak 1989, beliau terlibat dalam pekerjaan kemanusiaan untuk masyarakat yang terdampak gempa bumi (2006) dan korban letusan gunung Merapi (2010).

Pembicara kedua Prof. Dr. Wening Udasmoro : Guru Besar dalam bidang Sastra dan Gender Universitas Gadjah Mada, dan pembicara ketiga Diah Yulianti seorang perupa kelahiran rantau, Kalimantan selatan. 1992 mengenyam pendidikan di ISI Yogyakarta. Dalam perjalanan keseniannya konsep dan wacana yang diketengahkan terkait dengan tema lokal (kalimantan) dan Global. Hal spiritual, kepribadian dan jiwa menjadi ciri di dalam karyanya. Pameranyg diikutinya baik Nasional dan Internasional.

Acara ini gratis dan terbuka untuk umum dengan pendaftaran: bit.ly/JIVEP22. ( Okta/ Santosa )

Leave A Reply

Your email address will not be published.