Cakrawala News
Portal Berita Online

Hadir di Kota Madiun, “Mama Culinary” sajikan menu nasi gurih ala Bancakan.

MADIUN, CAKRAWALA.CO-Letak Kota Madiun yang strategis membuat para pebisnis kuliner semakin cerdas membaca peluang. Satu lagi rumah makan resmi dibuka di Kota Pecel ini. Adalah “Mama Culinary” yang menyajikan hidangan nasi liwet dihidangkan secara bancakan. Yakni nasi gurih dan lauk pauk ala selamatan yang disajikan dengan alas daun pisang, dan dimakan satu meja bersama – sama.

Resto yang terletak di ruan jalan H.A Salim Kota Madiun ini, diresmikan oleh Wakil Walikota Madiun, Inda Raya Ayu Miko Saputri didampingi pemilik resto Indah Verawati, sabtu 16 november 2019. Wawali mengapresiasi dengan adanya pelaku UMKM yang selalu berinovasi dan berupaya melestarikan masakan tradisional, salah satunya “Mama Culinary” ini.

“Iya, ini baru pertama kali ada di madiun. Kami berharap pelaku UMKM baik kuliner maupun yang lain, bisa terinspirasi dan senantiasa berani mengembangkan usahanya,” kata Wawali.

Indah Verawati pemilik “Mama Culinary” menjelaskan, kenapa memilih nasi liwet menjadi menu andalan, karena selain rasanya yang sudah sangat akrab dengan lidah orang jawa, sekaligus pihaknya ingin melestarikan kuliner nusantara. Kedepan ia berharap bisa membuka cabang di beberapa kota di Jawa – Timur.

Wakil Walikota Madiun Inda Raya Ayu Miko Saputri saat peresmian resto “Mama Culinary”

“Kalau usaha kuliner yang hanya ikut – ikutan trend kan sudah banyak. Saya ingin sesuatu yang berbeda tapi mudah diterima masyarakat, salah satunya dengan menu liwetan ini,” terang Vera.

Hadir pula dalam peresmian resto “Mama Culinary” ini group band Letto, yang pada sabtu malam menghibur masyarakat Kota Madiun, dalam konsernya di Taman Lalu – lintas bantaran kali Madiun.

Dhedot Drummer Letto mengungkapkan, Kota Madiun selalu menyenangkan untuk dikunjungi, karena setiap tahun selalu kelihatan progress nya. Untuk kuliner di Kota Madiun selain pecel, nasi liwetan di resto “Mama Culinary” ini adalah makanan jadul dengan sajian milenial.

“Saya baru pertama kali makan dengan sajian semacam ini, nasi dan lauk yang ditata dalam satu meja. Jujur sedikit bingung bagaimana cara makannya ini, kalau ambil lauk banyak “pekewuh ora ya?” (segan atau tidak ya? red),” ungkapnya sembari sedikit bercanda dalam bahasa jawa. (Ayu/Win)

%d bloggers like this: