Cakrawala News
Portal Berita Online

Hadapi Konflik Partai Demokrat AHY Disarankan Tidak Baper dan Militeristik

0 1.051

SURABAYA, CAKRAWALA.CO – Kisruh di partai Demokrat pasca kongres luar biasa (KLB) semakin memanas dengan kedua kubuh saling melapor ke polisi. Pakar komunikasi politik Universitas Airlangga Surabaya Suko Widodo menyarankan agar Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak baper dan militerisk menghadapi kemelut di partainya.

Kasus dualisme di tubuh partai Demokrat pasca digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) yang menunjuk kepala staf kepresidenan Moeldoko sebagai ketua umum, dinilai fenomena menarik oleh pakar Komunikasi Politikk Universitas Airlangga Surabaya, Suko Widodo.

“Namun, ada sejumlah kelemahan dari manajemen partai Demokrat terlepas adanya KLB di Sulut tersdebut,” tukas Suko Widodo.

Suko Widodo menilai, pasca digelarnya KLB, dukungan partai demokrat di daerah kepada AHY masih cukup kuat. Sebagian besar pengurus Demokrat di daerah menunjukkan kesetiaan kepada AHY.

“Problemnya, apakah KLB berimbas pada perolehan suara partai ke depan? Namun,sebagai ketua partai AHY jangan baper (bawa perasaan) saat menghadapi konnflik partai ini. Karena hal ini tidak disukai kalangan milenial,” ujar Suko.

Selain itu, AHY tidak menggunakan cara cara militeristik dalam menghadapi dan menyelaikan kemelut di partainya. “AHY mesti mempeprbaiki komunikasi politik dengan berbagai pihak, termasuk dengan pengurus Demokrat di daerah. AHY harus lebih banyak mendengar apa yang diinginkan pengurus dan kadernya di akar rumput,” tukasnya.

Suko Widodo menyebut pertarungan ke depan bagi kedua kubu partai berlambang tiga berlian ini adalah membangun opini masyarakat. Kunci bagi ahy saat ini mesti membangun komunikasi publik dengan cara lebih banyak mendengar suara dari masyarakat dan pengurus daerah.

“Jika hal ini bisa dilakukan maka demokrat bisa menaikkan pamornya lagi,” tandas Suko Widodo. (Gibran)

Leave A Reply

Your email address will not be published.