Cakrawala News
Portal Berita Online
ads idul fitri cakrawala
Harita idul

Gus Muhdlor Ajak Generasi Milenia Sidoarjo Peduli Lingkungan & Kelola Sampah

0 93

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO-Ahmad Muhdlor Ali bersama Komunitas Sido Resik mengajak seluruh komunitas dan pegiat sosial peduli lingkungan se Sidoarjo yang kebanyakan generasi Milenia untuk mendorong gerakan perubahan. Gerakan itu salah satunya adalah membersihkan lingkungan dan mengubah cara berpikir warga untuk memilah-milah sampah rumah tangga.

“Dasar gerakan Sido Resik itu riset (penelitian) dan social movement (gerakan sosial) yakni mengubah kesadaran masyarakat dalam penanganan dan pengelolaan sampah, di kota delta ini yang mencapai 1.800 ton per hari,” kata CEO Sido Resik, Ahmad Muhdlor Ali, Kamis 26 September 2019 di Hotel Luminor, Sidoarjo.

Lebih jauh, pria yang akrab dipanggil Gus Muhdlor ini memaparkan saat menjadi narasumber dalam acara Sosialisasi Pengembangan Bank Sampah dalam Menunjang Ekonomi Masyarakat Menuju Indonesia Bersih Sampah 2025. Selama ini pihaknya sudah memiliki sekitar 1.000 relawan, di wilayah kecamatan Sidoarjo. Kendati demikian, kebanyakan para pegiat sosial lingkungan itu meurpakan kalangan pemuda Milenia.

“Harapan kami Deklarasi Sido Resik, para pemuda dan pemudi Sidoarjo ini menjadi motor penggerak perubahan. Sekali keluar bisa mengubah cara berpikir masyarakat serta bisa menjadi pioner di Jatim dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengelolah sampah,” kata Direktur pendidikan Sekolah Progresif Bumi Shalawat.

Sementara Kepala Seksi Tempat Pemrosesan Akhir, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Kementerian Lingkungan Hidip (KLHK), Arief Sumargi memaparkan dalam penanganan sampah tidak hanya membutuhkan TPST, TPST 3R maupun TPA saja. Akan tetapi harus mengubah pola pikir dan kesadaran masyarakatnya.

“Kalau sejak dari rumah tangga sampah sudah dipilah-pilah, kemudian dikumpulkan di bank sampah, kami yakin makin sampah di selokan, sungai atau bahkan ke laut bisa dikurangi. Bahkan sampah ke TPA hanya sampah yang tidak bisa didaur ulang,” ungkapnya.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Syaikhul Islam Ali menegaskan untuk menuju Tahun 2025 bebas sampah, maka dibutuhkan waste enterpreneur (pengusaha sampah). Baginya semakin banyak wirausaha sampah melalui bank-bank sampah di tingkat desa maka akan membantu pemerintah dalam menangani masalah sampah.

“Kalau banyak waste enterpreneur, maka sejak awal sampah dipilah, maka residunya makin baik. Bila perlu di sampah tidak sampai di TPA. Karena banyak bank sampah di setiap desa sampah dikelolah sejak awal,” tandasnya. (Win)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.