Cakrawala News
Portal Berita Online

Gunernur Kalteng Berduka, Sang Ayah Wafat

0 181

PALANGKARAYA KALTENG CAKRAWALA.CO – Meninggalnya H. Sabran Affandi orang tua dari Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H.Sugianto Sabran membuat sang Gubernur tampak sangat kehilang dengan sosok ayahnya yang diniliai telah memberikan segalanya bagi Gubernur Sugianto Sabran sebagai sang anak.

Tidak heran jika H. Sugianto Sabran kemudian memutuskan untuk memakamkan jasad almarhum disamping rumah pribadinya. Meski sempat menjadi pertanyaan dari beberapa penziarah kenapa makamnya diletakkan disamping rumah pribadinya  yang sangat bagus dan indah, bahkan rumah tersebut bernilai puluhan milyar, namun kemudian disandingkan dengan makam orang tuanya.

Sebagian kalangan menilai rumah mewah Gubernur ini akan sulit jika ingin dijual karena sudah ada makam, namun pemikiran dan dasar yang dijadikan pegangan Gubernur Sugianto Sabran sangatlah rasional bahwa  menurutnya  disitulah dirinya bisa selalu melihat dimana orang tuanya diberikan tempat istirahat yang terakhir dan harus diberikan tempat yang lebih bagus lagi, apalagi jika hanya dinilai dari sebuah rumah yang juga pernah ditempati oleh kedua orang tuanya itu.

ads bukopin
Penghormatan terakhir GUbernur Kalteng Kepada Ayahandanya yang telah dimakamkan, foto dok

H.Sugianto Sabran memang sosok seorang anak yang sangat berbakti kepada kedua orang tua dan bahkan orang tuanya adalah segalanya baginya.

“Kedua orang tua saya itulah yang paling berjasa dalam hidup saya karena dialah saya bisa jadi seorang Gubernur,” ungkapnya kepada cakrawala.co.

Ia mengatakan dalam perjalanan kehidupan orang tuanya yang membesarkan anak-anaknya termasuk Gubernur Suginto Sabran sempat mengalami hidup yang sangat sederhana.

“dulu pernah hidup kami tidak senyaman saat ini, melihat orang tua saya yang bekerja dengan keras kami terpanggil ikut bekerja walaupun kawan-kawan seumur saya dengan beruntungnya mereka bisa menikmati bangku sekolahnya.”ungkapnya mengenang.

Sugianto memastikan segala hasil yang dicapai saat ini adalah bukti pendidikan yang diterapkan kedua orang tuanya termasuk sang ayah yang merupakan pekerja keras.

“hasilnya setelah puluhan tahun bergelut dengan pekerjaan yang kami lakukan termasuk juga Abang Agustiar Sabran baik ditengah hutan maupun disungai kami mulai bisa merubah hidup terkhusus watak kami yang keras karena pengaruh alam yang menjadikan kami harus bekerja keras.”paparnya.

Disaat duka yang mendalam mendera, cakrawala sempat berbincang  dengan H.Sugianto Sabran walau sebentar tentang kenapa ayahnya dimakamkan disamping rumahnya, sekalipun terlihat kesedihan masih menyelimuti orang nomor satu di Kalteng itu.

H.Sugianto Sabran menjawab bahwa nilai rumahnya tidak ada apa-apa jika dibandingkan dari sosok seorang ayah yang telah memberikan jalan yang paling indah bagi kehidupannya.

“Rumah sebesar ini, tidak ada artinya bagi saya jika dibandingkan dengan jasa perjuangan beliau yang selama ini banyak menjadikan anak-anaknya menjadi orang yang berhasil, oleh karena itu jika saya tidak memberikan penghormatan terakhir yang terbaik buat beliau berarti saya termasuk anak yang durhaka.”ungkapnya.

Ia memastikan bisa dengan melihat langsung makam orang tuanya setiap saat yang berada disamping rumah, maka ia merasa seolah-olah terhibur.

“bagi saya beliau selalu masih ada disamping kami. Terima kasih buat yang sudah mau menghadiri pemakaman orang tua kami, dan mohon maaf selama ada bergaul jika ada kesalahan yang dilakukan beliau saya atas nama anaknya memohon maaf dan kiranya ayahnda kami bisa tenang kehidupan barunya di alam barzah sana,”tukasnya.*** ( RT )

Leave A Reply

Your email address will not be published.