Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Gugatan Praperadilan Keluarga korban Tabrak Lari Overpass Manahan Kembali Ditolak

SOLO CAKRAWALA.CO,-Majelis hakim Pengadilan Negri Solo,Jawa Tengah.selasa (05/1/19) kembali menolak gugatan praperadilan yang diajukan keluarga korban tabrak lari Overpass Manahan.yang terjadi pada 1 Juli 2019.

 

Dalam sidang gugatan yang berlangsung selasa(05/11/19) siang.Hakim tunggal, Sunaryanto, menolak gugatan praperadilan yang dilayangkan marthen Jelipele selaku suami korban tabrak lari Overpass Manahan.lantaran pemohon bukan merupakan pihak ketiga yang berkepentingan untuk menggugat sesuai Undang-undang karena bukan berstatus sebagai pelapor dalam kasus tabrak lari yang lebih dari empat bulan belum terungkap tersebut, status pelapor merupakan masyarakat,bukan suami korban meninggal dunia.

Iptu Rini Pangestuti selaku kuasa hukum Polresta Solo, usai sidang mengatakan gugatan tersebut ditolak karena marthen dianggap bukanlah pelapor kasus ataupun pihak ketiga yang berkepentingan.pemohon ini bukan pelapor kasus, pelapornya saat itu adalah masyarakat yang mengetahui kejadian kecelakaan tersebut,ungkapnya.kasus tabrak lari itu juga masih dalam tahap penyelidikan sesuai dengan prosedur. Hingga saat ini Polresta Solo masih mengirimkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) ke keluarga.tambahnya.

Kanit Laka Polresta Solo, Iptu Adis Dani Garta,menegaskan kepolisian tidak pernah menghentikan penyidikan dan terus menyelidiki pelaku tabrak lari di Overpass Manahan. Ia menjelaskan rekaman kamera CCTV Dinas Perhubungan itu tidak memperlihatkan secara jelas pelat nomor mobil yang diduga Toyota Yaris itu. Menurutnya, apabila tabrak lari dilihat secara langsung di ruang kontrol CCTV dapat melihat jelas identifikasi kendaraan.Namun, ketika rekaman itu dipindah ke penyimpanan, file itu secara ototamis mengurangi besar memori video. Sehingga apabila dilihat ulang melalui media lain rekaman tidak terlihat jelas. Ia menambahkan kendala lain terdapat pada saksi yang tidak melihat secara pasti identifikasi kendaraan,katanya.

Sementara itu,kuasa hukum pemohon Perkumpulan Bantuan Hukum Peduli Keadilan (Peka), Sapto Ragil, usai sidang, mengatakan hakim menolak eksepsi pihak termohon yang menyatakan gugatan ketiga tersebut salah satu asas dalam hukum sebagai tindakan yang tidak boleh dilakukan kali kedua dalam perkara sama.Meskipun eksepsi termohon ditolak hakim, namun hakim menganggap pemohon tidak masuk dalam kualifikasi saksi pelapor maupun aturan dari Mahkamah Konstitusi sebagai pihak ketiga yang berkepentingan mengajukan gugatan.“Meski pemohon dianggap tidak masuk dalam kualifikasi sah dan gugatan kami ditolak tentunya kami menerima. Hanya saja,pihaknya beserta tim akan segera berdiskusi dengan klien kami untuk menempuh jalur hukum selanjutnya. Tuntutan kami itu pihak termohon telah menghentikan penyidikan karena belum ada tersangka.Jika termohon menyampaikan saat ini masih penyelidikan maka dari itu kami uji di persidangan dan ternyata belum ada putusan termohon menghentikan penyidikan,” ujarnya.

Sapto meyakini bukti rekaman kamera closed circuit television (CCTV) Dinas Perhubungan sudah cukup untuk mengungkap pelaku tabrak lari Overpass Manahan Solo,Sapto juga menegaskan bahwa mobil yang diduga Toyota Yaris juga tidak mungkin tahu-tahu berada di Flyover Manahan Solo, namun tetap bisa ditelusuri perjalanan mobil dari sebelum dan sesudah tabrak lari,jelasnya…(AgB)