Cakrawala News
Portal Berita Online

Gubernur Malut Diminta Tutup Akses TKA Asal China

TERNATE,CAKRAWALA.CO- Gubernur Provinsi Maluku Utara (Malut),Abdul Gani Kasuba diminta mengeluarkan instruksi kepada pihak imigrasi maupun otoritas bandara agar tak memberikan izin kepada TKA asal China melakukan kunjungan ke Malut.

Permintaan itu disampaikan anggota komisi I DPRD Kota Ternate,Yamin Rusli, Rabu (4/2/2020).Selain pencekalan kedatangan TKA,Gubernur juga diminta melayangkan surat teguran kepada seluruh perusahan tambang di Halmahera untuk setop memasukan karyawan asal china mereka ke wilayah pertambangan guna mencegah penyebaran virus Corona di Malut.

” Untuk sementara TKA dan Turis dari china di stop dulu masuk di Ternate atau Malut itu seharusnya Gubernur yang bicara. Harus setop dulu ”katanya.

Desakan tersebut menyusul adanya informasi 10 TKA asal china yang dipekerjakan di PT Weda Bay Nikel berhasil masuk ke ternate,tanpa protokol pemeriksaan kesehatan. Selain itu kedatangan mereka ke Malut disaat Badan Kesehatan Dunia WHO, mengeluarkan situasi darurat global wabah Virus Corona.

“Para TKA itu harus diperiksa dulu oleh Dinkes tidak boleh kecolongan. Karena sesuai penjelasan Menkes pengunjung dari china harus membutuhkan 14 hari masa inkubasi ” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Ketenagagakerjaan Kota Ternate, Jusuf Sunya, menjelaskan, setiap daerah di Indonesia termasuk Ternate maupun Malut sudah ada lampu merah penyebaran Virus Corona, Sementara kunjungan arus lalu lintas TKA china di Provinsi ini cukup banyak, namun pihaknya tidak lagi memiliki kewenangan untuk mendata jumlah TKA tersebut, karena kewenanganya sudah dilimpahkan ke Provinsi sebagaimana Undang-Undang nomor 24 tahun 2004.

“Terkait dengan pengawasan TKA itu kita di Kabupaten/Kota sudah tidak punya lagi kewenangan berdasarkan UU 24 tahun 2004, itu pengawasan orang asing semuanya ditarik ke Provinsi,” ucapnya.

Ia mengaku, sampai sekarang pihaknya belum menerima pemberitahuan ataupun koordinasi dari Pemerintah Provinsi terkait upaya penanggulangan pencegahan virus corona tersebut.

” kita kecewa dengan Pemerintah Provinsi karena lambat bergerak. Mestinya Provinsi harus lebih cepat merespon keadaan yang terjadi sekarang karena menyangkut dengan keselamatan nyawa manusia,”***(IVN/ID)

%d bloggers like this: