Cakrawala News
Portal Berita Online

Gubernur Khofifah Hadiri Sertijab Walikota Blitar dan Rapat Paripurna, Ini Arahannya

0 239

BLITAR CAKRAWALA.CO – DPRD Kota Blitar menggelar rapat paripurna serah terima jabatan (Sertijab) Walikota Blitar sekaligus mendengarkan pidato Walikota Santoso masa jabatan tahun 2021-2024. Rapat paripurna ini menjadi istimewa dengan kehadiran Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Rabu (3/3/2021).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Blitar, dr Syahrul Alim didampingi Wakil Ketua, Agus Zunaidi. Turut hadir pula jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Blitar, dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Di awal rapat, dr Syahrul Alim menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan Santoso dan Tjutjuk Sunario yang telah dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Blitar oleh Gubernur Jawa Timur pada 26 Februari lalu di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Pidato Walikota Blitar Santoso (dok)

Ia mengatakan, rapat paripurna ini didasari oleh Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 273/487/SJ Tahun 2020 Tentang Penegasan dan Penjelasan Terkait Pelaksanaan Pemilihan agar menyampaikan sambutan melalui paripurna DPRD usai pelantikan.

“Atas dasar itu, rapat paripurna mendengarkan pidato walikota Blitar masa jabatan 2021-2024 dengan resmi dibuka,” katanya.

Berikutnya, Walikota Blitar menyampaikan pidatonya. Ia dan wakilnya bertekad untuk melayani masyarakat dan bahu-membahu membangun Kota Blitar dan mengesampingkan semua perbedaan.

Santoso menjanjikan program unggulan yang inovatif, program Blitar Keren, Blitar Melayani, Blitar Sehat, Blitar Cerdas, Blitar Makmur, Blitar Membangun, dan Blitar Kondusif Keberagaman.

“Tentunya visi misi kita akan selaras dengan visi misi pemerintah Jawa Timur dalam mewujudkan masyarakat yang adil, sejahtera, unggul dan berakhlak, partisipatoris dan inklusif dengan semangat gotong royong. Kita juga sesuaikan Nawa Bhakti atau 9 Bhakti Jawa Timur dan RPJMN,” kata Santoso.

Di kesempatan itu, Gubernur Khofifah memberi apresiasi pada program yang bernuansa milenial yaitu Blitar Keren. Ia mengatakan, program tersebut sejalan dengan program pemerintah Provinsi Jatim yakni menyiapkan format-format Gig Economy.

“Tren dunia saat ini adalah Gig Economy yaitu ekonomi pada  kontrak-kontrak jangka pendek. Dan itu millenial banget. Kalau di Pemprov akan terhubung pada Millenial Job Center yakni menyiapkan formatnya. Saya rasa di sini juga sudah tapi mungkin bisa ditingkatkan lagi,” terangnya.

Yang kedua, kata Khofifah, ada gravitasi secara ideologis ekonomi. Hadirnya Makam Bung Karno (MBK) diharapkan bisa menyiapkan semacam “Kawah Candradimuka” bagi pemimpin negeri ini. Sehingga seluruh proses kepemimpinan itu tidak lagi cerita soal wawasan kebangsaan, nasionalisme atau NKRI.

“Itu semua sudah selesai. Itu sesuatu yang inheren (melekat/tak terpisahkan) yang hadir dari Ruh seluruh pemimpin negeri ini. Kalau itu bisa disiapkan maka gravitasinya saya rasa lebih baik lagi. Lagipula di Perpres nomor 80 ada penguatan Makam Bung Karno di Kota Blitar,” tandasnya,” (Adv/dprd/ek)

Leave A Reply

Your email address will not be published.