Cakrawala News
Portal Berita Online

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran Tinjau Ruas Jalan Eks Pertamina

0 33

PALANGKARAYA KALTENG  CAKRAWALA.CO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran menuju Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur  (Bartim) dengan menggunakan Helikopter yang disambut bupati Barito Timur Ampera Y Mebas beserta unsur Forkopimda setempat.

Kunjungan Gubernur Kalteng tersebut untuk menindak lanjuti hasil rapat kerja dengan KPK dan pihak Pertamina  terkait rencana percepatan pembangunan jalan tersebut.

Saat melakukan peninjauan ruas jalan eks Pertamina tersebut, tepat di Simpang Paju Epat, Desa Murutuwu, Kecamatan Paju Epat, Gubernur menyempatkan berkomunikasi dengan beberapa warga setempat terkait kondisi jalan dan permasalahan yang dihadapi mereka selama ini.

ads bukopin

Salah seorang warga menyampaikan kepada Gubernur bahwa warga setempat ingin permasalahan eks Jalan Pertamina itu segera diselesaikan dan tidak ada lagi permasalahan dikemudian hari, baik terhadap masyarakat yang disekitarnya maupun pihak pemerintah dengan memberikan jaminan kenyamanan buat warga dan dilingkungannya.

Menurut warga permasalahan eks Jalan Pertamina tersebut, meliputi masalah pelebaran jalan yang seharusnya diberitahukan kepada masyarakat terlebih dahulu  sehingga tidak menimbulkan kontra di tengah masyarakat.

“Kami menerima kesepakatan (dengan pihak Pertamina) sepeti yang Bapak (Gubernur) katakan, tapi jangan sampai merugikan masyarakat, jangan sampai ada warga yang digusur-gusur,” ujar salah seorang warga.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sugianto Sabran mengungkapkan bahwa terkait permasalahan aset daerah akan segera diperbaiki. Adapun untuk ganti rugi, akan diselesaikan dan dipelajari lebih dulu permasalahannya.

“Yang paling penting saat ini adalah jalan diperbaiki. Dari PAD (Pendapat Asli Daerah) yang masuk nantinya bisa digunakan untuk pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya,” jelas Gubernur.

Sementara itu menurut pihak Pertamina, perbaikan jalan nantinya akan disinkronkan dengan program Pertamina, seperti program Pertashop atau SPBU Mini, nantinya diharapkan di Kalteng dapat berdiri paling tidak satu SPBU Mini di satu desa.

Terkait permintaan masyarakat untuk dilibatkan dalam pembicaraan eks Jalan Pertamina, Gubernur menginstruksikan kepada Bupati Barito Timur untuk mengatur teknis pelaksanaannya dan jangan sampai ada yang dirugikan.

“Dalam permasalahan infrastruktur jalan, termasuk eks Jalan Pertamina sepanjang 60 kilometer ini, pasti ada masalah lahan milik masyarakat yang belum selesai dan itu akan kita akomodir siapa saja pemilik lahan, dan secara teknis untuk melakukan penyelesaian diharapkan Bupatinya yang turun langsung.”ungkap Gubernur

Gubernur menambahkan masalah Pertamina masuk untuk mengurus kembali jalan ini adalah untuk dijadikan jalan khusus.

“Jalan khusus dimaksud  yaitu satu jalan berbayar, tapi bukan untuk masyarakat, diperuntukkan untuk para pengusaha perkebunan/pertambangan yang menggunakan jalan ini,” jelas Gubernur .

Gubernur berharap perbaikan ini akan meningkatkan PAD. “Maka dari itu, harus ada kerjasama antara BUMN dan Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten, dan yang terpenting, manfaat tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar dan masyarakat Kalteng pada umumnya,” tegas Gubernur.

Gubernur Saat melakukan peninjauan ruas jalan eks Pertamina di Bartim, foto RT

Gubernur berharap semua permasalahan segera dapat diselesaikan jangan sampai menimbulkan masalah keributan.

“nantinya investor tidak akan mau masuk, kita tidak bisa bekerja dengan aman. Akibatnya, akan merugikan masyarakat Kalimantan Tengah dan pemerintah. Maka dari itu, kondusifitas Kamtibmas dari suatu daerah sangat penting,” tegasnya.

Hadir dalam peninjauan kali ini, antara lain Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri, Kepala Dinas Kehutanan Sri Suwanto, Bupati Barito Timur dan Forkopimda setempat, Koordinator Wilayah II KPK RI Asep Rahmat Suwanda, serta pihak PT Pertamina (Persero) dan anak perusahannya PT Patra Jasa.***( TIM/RT )

Leave A Reply

Your email address will not be published.