Cakrawala News
Portal Berita Online

Gubernur Jatim : Oksigen Industri Dikonversi 100 Persen Untuk Medis

0 595

Madiun, Cakrawala.co – Kebutuhan oksigen untuk kepentingan medis meningkat seiring melonjaknya kasus Covid-19. Memastikan kebutuhan oksigen aman selama pandemi, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau stasiun pengisian oksigen, PT. Samator Gas Industri Madiun, Desa Kertobanyon, Kecamatan Geger – Kabupaten Madiun, Senin (12/7/2021).

Gubernur mengatakan, oksigen yang digunakan untuk industri, seratus persen sudah dikonversi untuk kepentingan medis. Untuk itu, Ia meminta kepada seluruh rumah sakit di wilayah karesidenan Madiun, agar proaktif mengisi tabung atau silinder oksigen yang sudah kosong dengan datang langsung ke pabrik pengisian.

“Seperti yang sering terkonfirmasi, soal ketersediaan oksigen, saya tiga hari yang lalu, sudah ke pabrik Samator. Pada dasarnya, produksi yang ada di Samator sebagian besar, bahkan hampir 100 persen sudah dikonversi dari industri ke medis,” kata Gubernur Jatim.

ads harlah pkb
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Bupati Madiun Ahmad Dawami dan Kapolres Madiun AKBP Jury Leonard Siahaan

Khofifah meminta kepada seluruh Kepala Daerah, termasuk Kapolres dan Dandim, untuk membantu rumah sakit yang mengalami keterbatasan armada. Sebab, menurutnya saat ini sebagian rumah sakit sudah mengalami krisis sumber daya manusia.

“Kalau misalnya ada keterbatasan armada, kepada Kapolres dan Dandim, mohon dibantu. Mohon kepada rumah sakit, bisa dikoordinasikan supaya proses pengisian oksigen ini dapat dilakukan secara kontinu, supaya kebutuhan pasien bisa disiapkan,” lanjut Khofifah.

Khofifah menyebut, sampai saat ini pemerintah sedang mengupayakan pengadaan tabung atau silinder oksigen untuk medis. Sebab, saat ini pengisian oksigen ke tabung belum maksimal karena keterbatasan silinder atau tabung. Khofifah meminta kepada seluruh warga agar tidak panik.

“Tabung atau silinder yang saat ini, dalam proses pengadaan pemerintah. Saya ke tempat pengisian oksigen, sehari bisa mengisi 600 silinder dengan kapasitas 6 m3, tetapi hingga dua hari lalu masih dua ratus per hari karena ada yang belum terkonfirmasi,” sambungnya.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami menjelaskan, pihaknya bersama Polres Madiun dan Kodim 0803/Madiun melalui Muspika setempat, mulai kemarin menjaga tempat pengisian oksigen. Dimaksudkan Bupati, ketika setiap ada kedatangan pengisian oksigen, maka 100 persen itu hanya untuk kepentingan medis, artinya, oksigen untuk kebutuhan sektor lain stop dulu.

“Di tempat ini sudah dijaga oleh anggota Polres, Kodim 0803/Madiun dan Kecamatan. Jadi ketika setiap ada kedatangan pengisian oksigen, 100 persen untuk kepentingan kesehatan. Artinya yang untuk sektor lain stop dulu. Ini diawasi oleh muspika yang ada di wilayah ini untuk memastikan hal itu,” ujar Bupati.

Sementara itu, Kepala Cabang PT. Samator Gas Industri Madiun, Nanda Prasojo menyebut, dari total aset tabung oksigen yang dimiliki PT Samator Gas Industri Madiun sebanyak 3800, sebanyak 2400 tabung diperuntukkan bagi kepentingan medis, sedangkan sisanya untuk kepentingan industri. Sementara untuk produksi dikatakan Nanda saat ini bisa mencapai 800 sampai 1000 per hari, dari semula hanya 300 sampai 400 per hari. Jumlah tersebut untuk menutupi kebutuhan bagi rumah sakit yang ada di Karasidenan Madiun.

“Untuk semua aset tabung yang kita miliki, semua diperuntukkan kepentingan medis. Jumlah itu untuk menutupi kebutuhan seluruh rumah sakit yang ada di Karasidenan Madiun, maka dari itu kita menjaga betul-betul hal ini. Sementara untuk teman-teman yang lain mohon bersabar. Untuk harga tidak ada kenaikan, karena sebelum pandemi  ini, 70 persen konsumen kami adalah sektor medis,” kata Nanda. *(ADV/Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.