Cakrawala News
Portal Berita Online

Gubernur Anies Resmikan Program Rumah DP Nol Rupiah

4

JAKARTA CAKRAWALA.CO,- Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta Anies Baswedan pada Jumat (12/10) meresmikan program hunian tanpa uang muka atau DP nol rupiah bernama Samawa (Solusi Rumah Warga), yang diharapkan akan membantu sekitar 51,7 persen warga Jakarta yang belum memiliki rumah sendiri.

Anies mengakui biaya hidup di Jakarta memang cukup mahal dan salah satu komponennnya adalah rumah. Dia mengimbau semua pihak ikut terlibat dalam program hunian DP nol rupiah ini agar warga Jakarta berpenghasilan rendah dapat mempunyai tempat tinggal milik sendiri.

“Kita ingin masyarakat Jakarta setahap demi stahap nantinya semua akan bisa memiliki rumah milik sendiri. Dan apa yang menjadi efek? Mereka akan terbawa dalam eskalator kenaikan properti yang ada di Jakarta,” kata Anies saat acara peresmian hunian DP 0 rupiah pertama di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

ads bukopin

Anies menekankan hunian DP nol rupiah juga akan dibangun di sejumlah wilayah di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta itu berharap pihak swasta juga bisa terlibat dalam program DP nol rupiah sehingga penyelesaian masalah perumahan bagi warga Jakarta dapat lebih cepat dilakukan.

Banyak Warga Jakarta Tak Mampu Beli Rumah karena Tidak Punya Uang Muka 

Pelaksana tugas Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi DKI Jakarta Meli Budiastuti mengatakan program hunian DP nol rupiah ini merupakan salah satu proyek strategis dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dia mengakui masih banyak warga Jakarta tidak mampu membeli rumah karena salah satu kendalanya adalah uang muka yang cukup tinggi.

Selain itu, lanjut Meli, hunian bagi masyarakat Jakarta berpenghasilan rendah juga sangat terbatas. Karena itulah, sebagai solusi hunian DP non rupiah ini dapat menjadi salah satu solusi.

Lebih lanjut Meli mengungkapkan peminat dapat langsung mendaftar secara online melalui situs dp0rupiahjakarta.go.id atau datang langsung ke kantor Dinas perumahan dan Permukiman. Dia menambahkan pendaftaran juga dapat dilakukan di lima kantor wali kota di Jakarta.

“Persyaratannya antara lain belum memiliki rumah, belum memiliki rumah, belum mendapatkan subsidi kepemilikan rumah, Ber-KTP DKI Jakarta yang telah menetap minimal lima tahun, berpenghasilan antara Rp 4-7 juta per bulan, dan diprioritaskan bagi yang sudah berkeluarga,” jelas Meli.

Menurut Meli, untuk menjamin ketepatan sasaran dan menjaga ketersediaan rumah bagi warga berpenghasilan rendah tersebut dalam jangka panjang, para penerima manfaat dari program hunian DP nol rupiah tidak dibolehkan menyewakan atau mengalihkan rumahnya. Mereka juga tidak dapat memindahtangankan rumah kepada pihak lain tapi harus melalui pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang selanjutnya akan didistribusikan kepada warga yang sudah masuk dalam daftar tunggu.

Dukung Program Samawa, Pemda Terbitkan Peraturan Gubernur

Meli menjelaskan untuk mendukung program hunian DP nol rupiah tersebut, telah diterbitkkan Peraturan Gubernur Propinsi DKI Jakarta Nomor 104 Tahun 2018 tentang Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah dan akan diperkuat dengan sejumlah aturan lainnya.

Hunian DP nol rupiah di Pondok Kelapa tersebut dibangun di atas lahan milik salah satu BUMD DKI Jakarta, yakni PD Pembangunan Sarana Jaya. Hunian itu berbentuk rumah susun dengan 21 lantai dan total 780 unit hunian yang terdiri dari tipe hunian 21 dan 36.

Konstruksi Rumah Diperkirakan Selesai Januari 2019

Direktur Utama Perusahaan Daerah Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C.Pinontoan menargetkan pengerjaan konstruksi hingga struktur atap terpasang pada Januari tahun depan. Keseluruhan tambahnya akan selesai Juli 2019.

Yoory menerangkan bahwa unit rumah dalam program Samawa wajib ditinggali dan tak bisa disewakan atau dialihkan kepemilikannya paling tidak sampai 20 tahun. Pengalihan hal rumah tambahnya hanya bisa diwariskan atau pindah rumah.

Warga Tertarik dengan Program Samawa

Salah satu warga yang datang mendaftar di acara tersebut adalah Junaidi, buruh pabrik di kawasan PIK Pulogadung, Jakarta Timur. Dia datang barsama istrinya untuk mendaftar.

Junaidi mengaku belum mengetahui banyak tentang hunian DP nol rupiah yang baru diluncurkan oleh Gubernur Anies tersebut. Dia menegaskan dirinya percaya dengan program hunian DP nol rupiah itu.

“Saya percaya aja dah ama pemerintah, pemerintah yang punya. kalau pemerintah nggak bisa dipercaya, ya jangan jadi pemimpin dong,” kata Junaidi.

Karena hanya untuk tinggal berdua bersama istrinya, Junaidi berencana mengambil tipe 21.

Andi, warga Jakarta lainnya juga mengatakan program DP 0 rupiah ini sangat membantu masyarakat seperti dirinya untuk menggapai mimpinya memiliki hunian.****

Sumber: VoA Indonesia

Comments are closed.