Gubernur Anies Harus Tahu Rudin Camat dan Lurah Kosong, Pengamat: ‘Zaman Gubernur Ahok Sudah Usul Rudin Jadi Rusun Untuk PNS’

JAKARTA, CAKRAWALA.CO- Rumah Dinas (Rudin) pamong di wilayah DKI Jakarta diminta segera dilakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan sebelum lebaran hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.

Pasalnya, banyak ditemukan Rudin pamong Camat dan Lurah tidak ditempati alias kosong. Padahal Rudin tersebut dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Hal tersebut diungkapkan, Budi tokoh masyarakat Jakarta Pusat. Ia mendesak agar Gubernur Anies melakukan Sidak ke Rudin sebelum lebaran Idul Fitri 1440 H.

“Biar Gubernur tahu bahwa Rudin Camat dan Lurah di Jakpus banyak tidak ditempati,” tegasnya, Minggu (26/05/2019) sore.

Dijelaskan tokoh ini, ia berharap bagi Camat dan Lurah yang tidak mengisi Rudin harus diberi sanksi administrasi karena Rudin dibangun menggunakan APBD dari uang rakyat.

“Orang nomor satu di Balaikota DKI saja menempati Rudin. Selain itu,  Wali Kota juga menempati Rudin. Masa ini anak buahnya tidak menempati Rudin,” tandasnya.

Sementara, Pengamat Perkotaan, Yayat Supriyatna menerangkan, dirinya sudah mengusulkan Rudin yang kosong itu menjadi Rumah Susun (Rusun) sewa untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS)

“Dulu saya sudah usulkan Rudin jadi Rusun sewa buat pegawai atau karyawan Pemda DKI Jakarta untuk melayani Kelurahan dan Kecamatan. Supaya mereka nggak telat datang ke kantor,” ungkap Yayat Supriyatna melalui via handphone, Minggu (26/05/2019).

Ditambahkannya, usulan itu sejak zaman Gubernur Ahok. Ketika itu SKPD/UKPD dituntut sigap melayani warga masyarakat dan tidak boleh telat ke kantor. Maka pemanfaatan areal Rudin Camat dan Lurah yang luasnya memadai untuk Rusun akan memberikan manfaat bagi karyawan yang tinggal jauh di luar Jakarta.

Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta harus mencari halaman yang luas untuk Rusun yang terbatas sifatnya 4 lantai atau 5 lantai. Dinamakan Rusun untuk Penunjang Kinerja Pelayanan Masyarakat.

“Sistem pelayanan di DKI Jakarta bisa 24 jam dan semakin memudahkan warga masyarakat dilayani, karena petugas tinggal didekat kantor. Jakarta bisa Siaga Layanan 24 jam yang menjadi kota layanan bisnis dan sosial yang siap setiap saat,” paparnya. (Van)

Facebook Comments
%d bloggers like this: